Dalam khutbahnya, AIPTU H. Abd Karim mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana mempertebal keimanan serta meningkatkan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa esensi pengorbanan dalam Idul Adha merupakan manifestasi dari keikhlasan yang harus diimplementasikan melalui penguatan tali silaturahmi antarwarga.
"Nilai pengorbanan dalam Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Saya mengajak warga untuk terus menjaga kebersamaan dan bahu-membahu dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan agar situasi tetap kondusif," ujar AIPTU H. Abd Karim di hadapan ratusan jamaah.
Apresiasi Pemerintah Desa dan Kepolisian
Kehadiran personel kepolisian sebagai khatib mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Bontorannu. Warga menilai pendekatan ini sangat efektif, karena selain menyampaikan pesan keagamaan, pihak kepolisian juga dapat memberikan edukasi langsung mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kepala Desa Bontorannu, Arman, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan salat Idul Adha di wilayahnya. Ia berharap momentum ini menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat.
"Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga salat Idul Adha berjalan aman dan tertib. Semoga semangat keikhlasan dan kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus terjaga, sehingga masyarakat Desa Bontorannu tetap harmonis," ungkap Arman.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Kajang, IPTU Andi Umar, menegaskan bahwa keterlibatan personel Polri dalam kegiatan keagamaan adalah bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dengan warga melalui pendekatan humanis.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Pendekatan religius seperti ini sangat efektif untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah hukum Polsek Kajang," jelas Kapolsek.
Pelaksanaan salat Idul Adha di Desa Bontorannu tersebut berjalan khusyuk hingga akhir. Momentum ini pun diharapkan menjadi pemantik semangat gotong royong warga dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.

