Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Inovasi Pupuk Bokashi Hasilkan 30 Kg Melon Madu di Lahan Terbatas Lapas Pangkalpinang

Jumat, 01 Mei 2026 | 12.27 WIB Last Updated 2026-05-01T05:27:06Z


SIMPULINDONESIA.com_ PANGKALPINANG,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang kembali menunjukkan tren yang cukup pantastis dan dapat dijadikan contoh nyata bagi Lapas lainnya.
 
Kali ini, pihak Lapas Kelas IIA Pangkalpinang   berhasil memanen  sebanyak 30 kilogram Melon Madu dari 10 batang tanamanan yang dibudidayakan dari lahan yang hanya seluas 12 meter persegi (M³), Kamis (30/4/2026).

Keberhasilan capaian ini tak lepas dari hasil uji coba perdana penggunaan Pupuk Bokashi yang dihasilkan dari pengelolaan limbah organik internal Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang.

Setidaknya, keberhasilan panen ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian.

Sekaligus menunjukkan efektivitas dalam pemanfaatan limbah menjadi produk  yang  bernilai guna dan berkemungkinan nanti bisa  mampu bersaing di pasaran.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto kepada SimpulIndonesia.com menyebutkan bahwa hasil panen tersebut mencerminkan upaya optimal dalam membangun budaya kerja yang produktif, mandiri, dan berwawasan lingkungan.

Mulsa Afrianto menyatakan dengan keberhasilan panen sebanyak 30 kilogram Melon Madu ini menjadi bukti nyata bahwasanya limbah yang di kelola dengan baik dapat memberikan nilai manfaat yang besar.

Sekaligus, menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang.

“Alhamdulillah, kita berhasil panen 30 kilogram Melon Madu ini  di lahan yang hanya seluas 12 Meter persegi. Ini tak lepas dari pemanfaatan limbah menjadi produk Pupuk Bokashi,  yang kami gunakan," tukas Mulsa Afrianto dengan mimik wajah gembira.

Ia menambahkan semoga  untuk kedepannya nanti dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk penanaman Melon Madu serta jenis  tanaman yang lain, serta  dapat menghasilkan hasil panen yang lebih banyak lagi.

Sementara itu, masih dalam lingkungan Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang Kepala Subseksi Pengelolaan Hasil Kerja dan Bimbingan Kerja, Eko Cahyono, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil, akan  tetapi juga pada proses pembelajaran.

Dimana, lanjutnya bahwa warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung mulai dari pengelolaan limbah organik, pembuatan Pupuk Bokashi, hingga teknik budidaya hortikultura.

"Proses pembelajaran ini menjadi bekal keterampilan dan  bermanfaat saat mereka  kembali ke masyarakat,” papar Eko Cahyono.

Dari data yang diperoleh bahwa seluruh proses budidaya dilakukan dengan memanfaatkan pupuk organik hasil pengolahan internal.
Mulai dari pengelolaan limbah, pembuatan Pupuk  Bokashi, hingga penanaman dan panen.

Inovasi ini menjadi bukti nyata upaya Lapas Pangkalpinang dalam mengembangkan pembinaan yang produktif dan ramah lingkungan.

Keberhasilan panen melon madu ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, peningkatan keterampilan Warga Binaan, serta penguatan program ketahanan pangan di lingkungan Lapas. (Aimy).
×
Berita Terbaru Update