Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Dinilai Langgar SOP, Pemadaman Listrik Mendadak oleh PLN Picu Kericuhan di RSUD Sultan dg Raja

Sabtu, 25 April 2026 | 00.14 WIB Last Updated 2026-04-24T17:14:03Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan dg Raja sempat memanas akibat ketegangan yang terjadi antara keluarga pasien dan petugas keamanan (Satpam). Insiden ini dipicu oleh pemadaman listrik secara tiba-tiba yang terjadi di tengah berlangsungnya tindakan medis krusial, sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa bagi pengunjung dan keluarga pasien.


​Ketegangan bermula saat aliran listrik di area rumah sakit terputus tanpa pemberitahuan awal. Sappewali Kutong, perwakilan keluarga pasien yang berada di lokasi, memberikan klarifikasi bahwa gesekan dengan pihak sekuriti murni disebabkan oleh faktor psikologis akibat situasi darurat, bukan karena persoalan personal.


​"Kami dengan pihak satpam sebenarnya tidak ada niat untuk bersitegang. Situasi itu spontan terjadi karena dipicu pemadaman lampu secara tiba-tiba. Padahal, sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Humas RSUD agar memastikan tidak ada pemadaman listrik sampai proses operasi selesai. Namun, berselang beberapa menit kemudian, listrik justru padam total," ungkap Sappewali saat dikonfirmasi.


​Ia menegaskan bahwa baik pihak keluarga maupun petugas keamanan sebenarnya berada di posisi yang sama-sama dirugikan. "Saya dan satpam sebenarnya adalah korban dari dampak kebijakan atau teknis pihak PLN. Tindakan pemadaman ini sangat fatal karena hampir mencelakai nyawa pasien yang sedang ditangani. Ini menyangkut nyawa orang banyak," tambahnya.


​Rumah sakit merupakan objek vital nasional yang operasionalnya sangat bergantung pada stabilitas energi listrik. Keberadaan alat penunjang hidup (life support), monitor ICU, hingga lampu ruang operasi adalah "nadi" bagi keselamatan pasien.


​Sappewali menyayangkan durasi pemadaman yang tergolong lama di fasilitas kesehatan sekelas RSUD Sultan dg Raja. Secara proporsional, rumah sakit membutuhkan suplai listrik tanpa jeda demi menjamin alat-alat medis tetap berfungsi akurat.


​"Sangat disayangkan pemadaman terjadi di tempat se-vital rumah sakit dalam durasi yang cukup lama. Listrik bukan sekadar penerangan di sini, melainkan jantung dari seluruh pelayanan medis," tegasnya.


​Tindakan pihak PLN yang melakukan pemadaman tanpa mempertimbangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk area layanan kesehatan publik menuai sorotan tajam. Sappewali menekankan pihak PLN harus bertanggung jawab penuh atas insiden ini karena kelalaian distribusi daya dapat berimplikasi pada tuntutan hukum jika menyebabkan kematian pasien.


​Pihak keluarga mendesak agar manajemen PLN memiliki koordinasi yang lebih solid dengan pihak rumah sakit, terutama saat ada tindakan medis yang tidak boleh terinterupsi oleh gangguan teknis.


​Menyikapi kejadian ini, muncul dorongan kuat agar DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi fasilitas di RSUD Sultan dg Raja, terutama terkait sistem kelistrikan dan keandalan genset cadangan (back-up system).


​"Dengan kejadian ini, saya berharap dilakukan Pansus di RSUD terkait fasilitas pendukung. Penerangan dan stabilitas daya adalah jantung rumah sakit yang tidak boleh diabaikan sedikit pun. Kita ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan demi keselamatan masyarakat luas," tutup Sappewali.


​Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit tengah melakukan investigasi internal terkait fungsi automatic transfer switch (ATS) pada generator mereka, sementara pihak PLN diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab pemadaman mendadak tersebut.(**)

×
Berita Terbaru Update