Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Rakyat Teriak Perbaikan Jalan, Pemprov Sultra Malah Asik Berpesta?

Minggu, 26 April 2026 | 20.21 WIB Last Updated 2026-04-26T13:21:37Z

Gambar : Saat Pemuda Lalembuu mengucapkan HUT Sultra ditengah parahnya kerusakan jalan (Kiri) dan Pesta megah HUT Sulawesi Tenggara di pusat kota. (Foto/Kolase).



KONAWE SELATAN__SIMPULINDONESIA.COM,— Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipenuhi seremoni dan panggung kemeriahan, realitas berbeda justru tersaji di pelosok. Minggu (26/04/2026).


Di Kecamatan Lalembuu, masyarakat masih harus berjibaku dengan infrastruktur jalan yang rusak parah, berlumpur, tergenang, dan nyaris tak layak dilalui.


Temuan di lapangan menunjukkan, ruas jalan yang menjadi akses utama warga itu belum tersentuh perbaikan signifikan. 


Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat menghubungkan mobilitas ekonomi, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.


“Kalau hujan, kendaraan sering terjebak. Anak sekolah juga kesulitan lewat,” ungkap Rijal salah satu pemuda desa Lalembuu kepada tim SIMPULINDONESIA.COM.


Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang arah kebijakan pembangunan daerah. 


Di satu sisi, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk perayaan berskala besar.


Di sisi lain, kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan justru terkesan terabaikan.


Sejumlah pihak menilai, ketimpangan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari prioritas pembangunan yang belum berpihak sepenuhnya pada kebutuhan riil masyarakat.


Data yang dihimpun menunjukkan bahwa wilayah-wilayah pinggiran seperti Lalembuu kerap menghadapi persoalan serupa, keterbatasan akses jalan yang berdampak langsung pada biaya logistik, keterlambatan distribusi hasil pertanian, hingga risiko terhambatnya layanan darurat.


Ironisnya, kondisi tersebut berlangsung berulang setiap tahun tanpa kejelasan timeline penanganan yang transparan kepada publik.


Perencanaan pembangunan seharusnya berbasis kebutuhan dasar dan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar orientasi seremonial.


“Pembangunan itu harus terasa di jalan, bukan hanya terlihat di panggung,”Tambah Rijal.


Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana konkret perbaikan jalan di Kecamatan Lalembuu maupun alokasi anggaran yang tersedia.


Bagi warga, persoalannya sederhana, mereka tidak menuntut kemewahan. Yang dibutuhkan hanyalah akses jalan yang layak agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal dan manusiawi.


Potret Lalembuu menjadi pengingat bahwa di balik perayaan yang megah, masih ada suara-suara dari pinggiran yang belum sepenuhnya didengar.


Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait, Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

×
Berita Terbaru Update