Usulan tersebut disampaikan di hadapan peserta diskusi yang berlangsung dalam suasana santai sejak pukul 08.00 WITA.
Menurut Syahrir, “Syekh Yusuf Corner” nantinya akan menjadi ruang khusus yang memuat koleksi buku, manuskrip, hingga jejak digital tentang perjuangan dan pemikiran Syekh Yusuf.
“Kami ingin menghadirkan Syekh Yusuf Corner di lingkungan UIN Alauddin. Sebuah ruang khusus yang berisi koleksi buku, manuskrip, dan jejak digital tentang Syekh Yusuf,” ujar Syahrir.
Ia menambahkan, ruang tersebut diharapkan menjadi pusat belajar bagi mahasiswa yang ingin mendalami pemikiran tokoh nasional asal Sulawesi Selatan itu.
“Jangan sampai mahasiswa kita lebih tahu tokoh luar negeri daripada tokoh sendiri,” tambahnya.
Gagasan tersebut langsung mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Ketua Harian DPD KNPI Sulawesi Selatan, Syaiful, menilai usulan itu sebagai langkah konkret dari dunia akademik.
“Ini bukan sekadar wacana. Ada tindakan nyata dari kampus. Kami apresiasi,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Aliansi Mahasiswa Syekh Yusuf, Arief Rosyid Hasan. Ia menilai “Syekh Yusuf Corner” dapat menjadi inspirasi bagi kampus maupun institusi pendidikan lainnya.
“Kampus lain bisa ikut membuat hal serupa,” katanya.
Saat ini, usulan tersebut masih menunggu tindak lanjut dan persetujuan dari pimpinan UIN Alauddin Makassar. Para peserta diskusi berharap ruang literasi sejarah itu dapat segera diwujudkan agar generasi muda, khususnya mahasiswa, semakin mengenal sosok dan perjuangan Syekh Yusuf.(Iis)
