Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, 10 Mei 2026 tersebut
dipusatkan di Masjid Fatimah Al Awwad, yang kini menjadi pusat kegiatan BKPRMI
Kecamatan Kindang. Langkah ini dinilai menjadi sesuatu yang istimewa karena
belum banyak daerah di Sulawesi Selatan yang memusatkan seluruh aktivitas
pembinaan remaja masjid, termasuk pelaksanaan munaqasyah, pada satu sentra
kegiatan khusus BKPRMI.
Direktur Kecamatan LPPTKA BKPRMI Kindang, Sufriadi, dalam
laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 270 santri dari berbagai unit TPA
se-Kecamatan Kindang mengikuti ujian akhir tersebut.
“Munaqasyah ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi
pembelajaran santri, baik dari kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan, maupun
praktik ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPK BKPRMI Kindang, Rusli, menjelaskan
bahwa pemusatan kegiatan di Masjid Fatimah Al Awwad dilakukan dengan penuh
kesadaran dan pertimbangan yang matang.
Menurutnya, selain untuk efektivitas pelaksanaan kegiatan,
langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberadaan pusat
kegiatan remaja masjid di Kecamatan Kindang kepada masyarakat luas.
“Kami sengaja memusatkan pelaksanaan munaqasyah di Masjid
Fatimah Al Awwad agar masyarakat mengetahui bahwa BKPRMI Kindang memiliki pusat
kegiatan pembinaan remaja dan santri yang aktif digunakan,” ungkap Rusli.
Ia mengakui bahwa dengan jumlah peserta mencapai 270 santri,
kapasitas masjid memang terasa cukup padat. Namun baginya, keterbatasan
tersebut justru menjadi bagian dari perjuangan dan semangat dalam membangun
gerakan pembinaan generasi muda Islam.
“Mungkin secara volume tempat masih terbatas untuk jumlah
santri sebanyak ini, tetapi kami percaya bahwa ini adalah karya kecil yang
memiliki nilai besar. Semoga menjadi inspirasi bagi banyak pihak tentang
pentingnya menghadirkan pusat kegiatan pembinaan remaja masjid,” tambahnya.
Rusli juga menegaskan bahwa keberadaan pusat kegiatan BKPRMI
Kindang tidak lahir secara instan, melainkan melalui kerja sama dan kolaborasi
banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan generasi Qur’ani.
Menurutnya, semangat gotong royong dan dukungan berbagai
elemen masyarakat menjadi kekuatan utama hingga pusat kegiatan tersebut dapat
hadir dan dimanfaatkan untuk aktivitas pembinaan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Rusli turut menyampaikan apresiasi dan
terima kasih kepada seluruh dewan penguji, baik dari tingkat kecamatan maupun
kabupaten, yang telah membersamai pelaksanaan munaqasyah hingga selesai.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada
Ketua Umum DPD BKPRMI Bulukumba yang turut hadir mendampingi dan memberikan
dukungan selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan munaqasyah tersebut berlangsung dengan tertib
dan penuh semangat. Selain menjadi ajang evaluasi santri, kegiatan ini juga
memperlihatkan semangat BKPRMI Kindang dalam membangun pusat pembinaan yang
tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan, tetapi juga sebagai simbol
gerakan dakwah dan penguatan generasi muda Islam di daerah.
Keberadaan Masjid Fatimah Al Awwad sebagai sentra kegiatan
BKPRMI Kindang diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain
dalam menghadirkan ruang pembinaan yang aktif, mandiri, dan berkelanjutan bagi
generasi Qur’ani.

.png)