Acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari 25 perwakilan pengelola perpustakaan kelurahan/desa serta 5 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kabupaten Bulukumba.
Transformasi Perpustakaan Bukan Sekadar 'Gudang Buku'
Dalam laporannya, Kepala Bidang Perpustakaan, Syahriana Said, S.Hut., MM, menekankan bahwa paradigma perpustakaan konvensional harus segera ditinggalkan. Menurutnya, perpustakaan masa kini wajib bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
"Perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku, melainkan pusat kegiatan literasi yang dinamis. Kelurahan dan desa adalah ujung tombak kita dalam memperkuat budaya baca di masyarakat," tegas Syahriana.
Ia menambahkan bahwa Bimtek ini dirancang khusus untuk membekali para pengelola dengan keterampilan teknis agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan ekosistem digital.
Menjawab Tantangan Era Digital
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba, Feryawan Z. Fahmi, S.STP., M.AP, dalam sambutannya menyoroti pergeseran perilaku pembaca di era modern. Ia mengakui bahwa akses informasi digital yang masif menjadi tantangan tersendiri bagi perpustakaan fisik.
"Kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat mengakses bacaan dari rumah. Ini adalah tantangan sekaligus peluang. Kedepannya, layanan perpustakaan harus lebih inovatif dan koleksi referensi perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman," ujar Feryawan.
Sinergi dan Strategi Keberlanjutan
Guna memperkuat ekosistem literasi, pembukaan Bimtek ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba dengan Pustaka Aksara. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan layanan literasi di daerah.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Nasaruddin, S.Ag., M.Sos.I, yang memaparkan strategi pengelolaan perpustakaan berbasis TIK secara komprehensif. Turut hadir memantau jalannya kegiatan, Pustakawan Ahli Madya, Rismayani, S.Sos., MM, dan Armawati, S.Sos, beserta jajaran staf dinas terkait.
Melalui penguatan kapasitas ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap perpustakaan desa dan kelurahan mampu bertumbuh menjadi pusat literasi yang inklusif, adaptif, dan mampu meningkatkan daya saing masyarakat di tengah arus informasi global.
