Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Insiden di RSUD Sultan Dg Radja: Oknum Satpam Nyaris Pukul Keluarga Pasien Saat Listrik Padam

Jumat, 24 April 2026 | 20.43 WIB Last Updated 2026-04-24T13:43:40Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Suasana mencekam menyelimuti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba pada Kamis malam (23/04/2026). Sebuah insiden ketegangan pecah antara oknum petugas keamanan (Satpam) dengan keluarga pasien yang nyaris berujung pada aksi adu fisik di tengah kondisi rumah sakit yang gelap gulita akibat pemadaman listrik.

Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula ketika aliran listrik di area rumah sakit tiba-tiba terputus. Kondisi ini memicu kepanikan luar biasa bagi keluarga pasien, terutama keluarga dari Putra Sappewali Kutong, warga Desa Tugondeng, Kecamatan Herlang.

Kekhawatiran keluarga bukan tanpa alasan; saat pemadaman terjadi, sang anak sedang menjalani tindakan medis krusial di dalam ruang operasi. Berniat mendapatkan kepastian mengenai prosedur keselamatan dan kelangsungan operasi dalam kondisi darurat, pihak keluarga mencoba meminta penjelasan kepada petugas keamanan yang berjaga.

Namun, bukannya mendapatkan jawaban yang menenangkan, oknum Satpam tersebut justru memberikan respons temperamental. Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat oknum tersebut terlibat adu mulut sengit dan tampak emosional hingga nyaris melayangkan pukulan ke arah keluarga pasien sebelum akhirnya dilerai oleh warga di lokasi.


Sappewali alias Putra Lahatung, orang tua pasien yang berada di lokasi, menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden tersebut. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan pihak Humas RSUD sebelum kejadian dan mendapat jaminan bahwa tidak akan ada pemadaman listrik.

"Kami sangat panik karena nyawa anak kami sedang dipertaruhkan di meja operasi.

Sebelumnya saya sudah bertemu Humas dan diyakinkan bahwa listrik aman, tapi berselang beberapa menit justru padam total. Hal ini membuat tensi saya naik karena khawatir, tapi saat bertanya, kami justru dibentak dan nyaris dipukul oleh petugas," ungkap Putra dengan nada kecewa.

Sorotan terhadap Kinerja PLN dan Manajemen RS
Selain menyayangkan sikap arogan oknum petugas, keluarga pasien juga melontarkan kritik keras terhadap pihak PLN. 

Menurutnya, sebagai objek vital yang menyangkut nyawa manusia, pasokan listrik untuk rumah sakit seharusnya mendapatkan pengawasan ekstra dan prioritas utama agar tidak terjadi pemadaman mendadak.

"Pelayanan kesehatan seperti RSUD ini harus dikhususkan. Tidak boleh ada alasan teknis yang mengorbankan keselamatan pasien di ruang operasi. PLN harus lebih kontrol, dan manajemen RSUD harus memastikan genset berfungsi otomatis tanpa jeda," tegasnya.


Video insiden ini telah viral di media sosial dan memicu gelombang protes dari masyarakat. Sejumlah aktivis di Bulukumba mendesak manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja untuk melakukan evaluasi total, baik terhadap sistem kelistrikan darurat maupun etika pelayanan petugas keamanan.

Masyarakat menilai, RSUD seharusnya menjadi institusi yang memberikan rasa aman dan pelayanan humanis, bukan justru menunjukkan arogansi di tengah situasi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Bulukumba belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis listrik maupun tindakan represif oknum petugas tersebut. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak rumah sakit agar kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien. (*)
×
Berita Terbaru Update