Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Keruk Air Tanah di Pemukiman, Alih-Alih Beri Penjelasan, PT ABS Justru Lempar Tanggung Jawab ke Pemda Konawe Selatan

Sabtu, 25 April 2026 | 10.13 WIB Last Updated 2026-04-25T03:13:19Z

Gambar : Kantor PT Air Bersih Sejahtera (ABS) di Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. (Foto/Tangkapan Layar Video Warga).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Di balik aktivitas PT Air Bersih Sejahtera (ABS) Mineral di Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, tersimpan kegelisahan warga yang kian memuncak. Sabtu (25/04/2026).


Perusahaan itu diduga kuat menyedot air dalam tanah secara masif di saat sumur warga justru mulai mengering.


Sebuah video berdurasi 2 menit 28 detik yang beredar dari akun Facebook berinisial AT memantik kemarahan publik. 


Dalam rekaman tersebut, sorotan tajam diarahkan pada dua hal krusial legalitas izin perusahaan dan sumber air yang digunakan di tengah kepadatan permukiman.


Bukan tanpa alasan. Hal tersebut bisa berdampak pada debit air sumur rumah tangga hingga fasilitas ibadah seperti masjid bisa saja mengalami penurunan drastis, bahkan bisa saja timbulkan kekeringan.


Dugaan pun mengarah pada aktivitas eksploitasi air tanah oleh PT ABS sebagai penyebab utama.


Ironisnya, perusahaan yang beroperasi di sektor air justru bisa saja memperparah krisis air warga sekitar.


Saat dikonfirmasi, perwakilan PT ABS, Suparman, tidak memberikan jawaban substantif. 


Ia hanya melempar tanggung jawab dengan menyarankan agar publik mengecek langsung ke Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan terkait legalitas izin dan penggunaan air tanah.


Sikap tersebut justru memunculkan tanda tanya baru: apakah perusahaan beroperasi dengan izin yang transparan dan sesuai aturan, atau justru ada yang sengaja ditutup-tutupi?


Kasus ini membuka dugaan lebih besar potensi eksploitasi sumber daya air tanah di kawasan padat penduduk tanpa pengawasan ketat, yang berujung pada ancaman krisis air bagi masyarakat.


Jika benar air tanah disedot tanpa kendali, maka ini bukan sekadar persoalan izin, melainkan ancaman serius terhadap hak dasar warga atas air bersih.


Publik kini menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Apakah akan bertindak melindungi warganya, atau membiarkan sumber air mereka perlahan hilang?

×
Berita Terbaru Update