Langkah ini diambil sebagai respons terhadap melimpahnya kotoran sapi, kambing, dan ayam di desa tersebut yang selama ini belum terkelola dengan baik, bahkan cenderung mencemari lingkungan sekitar.
Solusi atas Ketergantungan Pupuk Kimia
Koordinator Desa KKN UINAM Angkatan 78 Desa Lompo Tengah, Ajmalunnas M, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya kian melambung.
"Kami melihat adanya paradoks; petani mengeluarkan biaya besar untuk pupuk kimia, padahal bahan baku pupuk organik berkualitas tersedia melimpah di kandang mereka sendiri. Mata rantai ini yang ingin kami putus melalui edukasi dan praktik langsung," ujar Ajmalunnas dalam sambutannya.
Edukasi Berbasis Praktik Lapangan
Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada penyampaian teori. Para mahasiswa mendampingi langsung puluhan warga—mulai dari petani hingga ibu rumah tangga—untuk mempraktikkan tahapan pembuatan pupuk secara sistematis, meliputi:
- Teknik Pengomposan: Metode sederhana yang mudah direplikasi di rumah.
- Penggunaan Aktivator Biologis: Mempercepat proses dekomposisi limbah.
- Manajemen Pascapanen: Cara pengemasan dan penyimpanan agar kualitas nutrisi pupuk tetap terjaga.
Penyampaian materi menggunakan pendekatan yang humanis dan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga warga dapat menyerap ilmu teknis tersebut dengan cepat.
Dampak Ekonomi dan Kelestarian Tanah
Selain aspek teknis, mahasiswa juga memaparkan keunggulan jangka panjang penggunaan pupuk organik, seperti perbaikan struktur tanah dan keamanan pangan. Dari sisi ekonomi, program ini membuka peluang kewirausahaan berbasis sumber daya lokal bagi masyarakat desa.
Warga setempat menyambut antusias inisiatif ini. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka menganggap kotoran ternak hanyalah sampah tak berguna. Kini, mereka melihat potensi pendapatan tambahan sekaligus solusi untuk lahan pertanian mereka sendiri.
Komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi
Program ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam poin pengabdian masyarakat. Pihak otoritas Desa Lompo Tengah memberikan apresiasi tinggi dan berharap kegiatan ini menjadi embrio terbentuknya kelompok tani organik yang mandiri.
Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi. Dengan kepedulian dan penerapan ilmu tepat guna, limbah yang semula menjadi masalah dapat ditransformasikan menjadi berkah bagi kesejahteraan masyarakat desa.

