Dalam pemaparannya, Dr. Raka Sandi menegaskan bahwa etika bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam menciptakan pemilu yang berintegritas. Beliau juga memaparkan peran krusial DKPP dalam mengawal kehormatan serta kode etik para penyelenggara pemilu demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Komitmen Akademik Terhadap Demokrasi
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor Universitas Handayani Makassar, Prof. Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dalam kehidupan berdemokrasi. Kuliah tamu ini adalah bagian dari komitmen kami memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa," ujar Prof. Yaumi dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FHIS, Dr. Herman, S.H., M.H., menekankan bahwa pemahaman mendalam mengenai etika penyelenggaraan pemilu sangat penting bagi mahasiswa hukum. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus mempersiapkan mereka menjadi profesional yang menjunjung tinggi hukum di masa depan.
Antusiasme Mahasiswa
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas mahasiswa dan civitas akademika. Berbagai isu krusial mengenai tantangan etika dalam pemilu menjadi topik utama dalam sesi tanya jawab.
Hadir pula dalam acara tersebut:
- Dr. Ir. Mirfan, S.T., M.T., M.Kom. (Wakil Rektor III)
- Prof. Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M. (Direktur Pascasarjana)
Melalui kegiatan ini, Universitas Handayani Makassar berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif mengawal terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di masa mendatang.

