
Agenda tahunan ini diisi dengan serangkaian kegiatan bermakna, mulai dari pembagian takjil gratis, buka puasa bersama, hingga pelaksanaan Khatam Al-Qur’an dalam rangka memperingati peristiwa mulia Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan 1447 H.
Sinergi Pengurus dan Legislator di Lapangan
Suasana di depan Kantor DPD PKS Bulukumba—yang terletak strategis di depan Masjid Agung Bulukumba—tampak ramai dan tertib. Sejak pukul 16.00 WITA, jajaran pengurus struktural bersama para Anggota Legislatif (Aleg) PKS turun langsung ke jalan untuk menyapa warga dan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Hj. A. Umy Asyiatun Khadijah, bersama tiga legislator lainnya, Dr Supriadi, A. Fuad dan Rizal Sarib. Meski tiga Aleg lainnya, yakni A. Suriyadi, H. Safiuddin, dan A. Tenri, berhalangan hadir karena agenda mendesak, semangat kolektif dan kekompakan fraksi PKS tetap terasa sangat kuat.
Ketua DPD PKS Bulukumba, Dr. Supriadi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas soliditas seluruh kader.
"Kami sangat bersyukur atas kelancaran kegiatan hari ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan Anggota Legislatif dan seluruh jajaran pengurus DPD yang telah bergotong-royong mensukseskan agenda ini. PKS adalah partai pelayan rakyat, dan momentum Ramadan ini adalah saat terbaik untuk memperkuat ikatan emosional serta menunjukkan bahwa kami akan selalu ada di barisan masyarakat dalam kondisi apa pun," ujar Dr. Supriadi.
Mendekatkan Diri Melalui Spirit Al-Qur’an
Selain dimensi sosial, kegiatan ini juga menekankan dimensi spiritual. Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an menjadi ruh utama dalam memperingati Nuzulul Qur’an, yang diharapkan dapat membawa keberkahan bagi pembangunan daerah Kabupaten Bulukumba ke depan.
Momentum ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa). Melalui berbagi takjil dan doa bersama, PKS Bulukumba ingin memastikan bahwa politik bukan hanya soal kursi, melainkan soal kepedulian dan berbagi kebahagiaan. (Red-msi)



