
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kajang Iptu Andi Umar, S.Pd bersama Ketua Bhayangkari Ranting Kajang Ny. Andi Asniar Umar. Personel Polri dan ibu-ibu Bhayangkari tampak antusias membagikan paket berbuka kepada pengguna jalan yang melintas di depan Mako, menciptakan suasana hangat di tengah masyarakat.
Mendekatkan Diri Melalui Silaturahmi
Aksi ini tidak berhenti di pinggir jalan. Setelah pembagian takjil usai, agenda berlanjut dengan buka puasa bersama yang digelar di dalam kantor Polsek Kajang. Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan warga sekitar sebagai bentuk nyata sinergitas tanpa sekat.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen untuk duduk bersama masyarakat dalam satu meja. Kami ingin Mako Polsek Kajang menjadi rumah yang ramah bagi warga," ujar Kapolsek Kajang.
Sambil berbagi, personel Polsek Kajang juga menyisipkan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Masyarakat diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan menjaga kekhusyukan bulan suci agar wilayah Kajang tetap aman dan kondusif.
Kapolsek Kajang, Iptu Andi Umar, S.Pd, memberikan pesan menyentuh sekaligus memotivasi jajarannya dan masyarakat:
"Kehormatan tertinggi bagi seorang anggota Polri bukan hanya saat ia menegakkan hukum, tetapi saat kehadirannya mampu mengukir senyum di wajah masyarakat. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membuktikan bahwa seragam ini hadir untuk melayani dengan hati.
Melalui pembagian takjil dan buka puasa bersama ini, kita sedang membangun jembatan persaudaraan. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai ajang berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat). Ingatlah, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Semoga sinergi yang kita bangun hari ini menjadi fondasi bagi terciptanya kamtibmas yang kokoh di Kecamatan Kajang."
Penutup
Implementasi program Bhayangkari Peduli ini diharapkan memperkuat citra Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial tinggi, menjadikan bulan Ramadhan di Bulukumba semakin bermakna.(Red-Msi)




