
SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,— Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bulukumba pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Rosnida, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam dari KUA Bontobahari sebagai pemateri.
BRUS merupakan program pembinaan remaja yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membekali generasi usia sekolah (15–19 tahun) dengan pemahaman agama yang kuat, karakter yang kokoh, serta kesadaran dalam merencanakan masa depan. Program ini juga menjadi upaya preventif dalam mencegah pernikahan dini, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Dalam penyampaiannya, Rosnida membawakan materi bertema bimbingan keagamaan yang menitikberatkan pada pembiasaan shalat lima waktu sebagai pondasi utama kehidupan seorang muslim. Ia menegaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga benteng moral yang mampu menjaga remaja dari perilaku menyimpang.
“Kalau shalat lima waktu sudah menjadi kebiasaan, maka hati akan lebih terjaga. Dari situlah akhlak terbentuk dan perilaku menjadi lebih terarah,” ujarnya di hadapan para siswa.
Selain itu, Rosnida juga mengajak para peserta untuk membiasakan membaca dan memahami Al-Qur’an, tidak sekadar melafalkan, tetapi juga menghayati maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang mampu membimbing remaja dalam mengambil keputusan yang benar di tengah tantangan zaman.
Dalam sesi berikutnya, ia menekankan pentingnya menanamkan akhlak mulia sejak usia sekolah. Sikap hormat kepada orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta menjauhi maksiat menjadi poin penting dalam materinya. Ia mengingatkan bahwa pergaulan bebas dan perilaku menyimpang seringkali berawal dari kurangnya kontrol diri dan lemahnya pemahaman agama.
“Remaja harus berani mengatakan tidak pada ajakan maksiat. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dirusak oleh kesalahan sesaat,” pesannya dengan penuh penekanan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang komunikatif dan interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan pergaulan di era digital serta cara menjaga diri sesuai tuntunan agama.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan BRUS ini sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa SMA Negeri 3 Bulukumba semakin termotivasi untuk membiasakan shalat lima waktu, meningkatkan literasi Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta menjauhi pergaulan bebas dan maksiat demi masa depan yang lebih baik.
Tetap di SMAN 3 Bulukumba, Pada ruangan yang berbeda, Penyuluh Agama KUA Bontobahari Akhmad Sulfiadi, Abd. Halim Amsur didampingi Nur Inah melakukan hal yang sama berupa BRUS.



