Peluncuran yang dipusatkan di Posyandu Era Baru Flamboyan III, Desa Barombong, Kecamatan Gantarang ini diikuti secara virtual oleh seluruh pemerintah desa dan kelurahan se-Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 605 titik Posyandu kini telah bertransformasi dan siap mengawal standar pelayanan minimal bagi masyarakat.
Perluasan Layanan: Tak Sekadar KIA
Jika sebelumnya Posyandu identik dengan kesehatan ibu dan anak (KIA), kini Posyandu Era Baru hadir dengan cakupan yang jauh lebih luas. Konsep ini mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan dua bidang tambahan hasil kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK.
Delapan bidang layanan tersebut meliputi:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pekerjaan Umum
- Perumahan Rakyat
- Trantibum Linmas
- Sosial
- Kependudukan & Pencatatan Sipil (Dukcapil)
- Pengendalian Penduduk, KB, serta Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
"Posyandu Era Baru adalah terobosan dalam pengelolaan pelayanan dasar. Ini bukan lagi sekadar tempat menimbang balita, melainkan pusat layanan terpadu yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat," tegas Bupati yang akrab disapa Andi Utta tersebut.
Inovasi PEDAS 4: Memutus Rantai Stunting
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Bupati juga meresmikan inovasi Pemutakhiran Data Anak Stunting (PEDAS) ke-4. Program ini merupakan penguatan dari edisi sebelumnya dengan intervensi yang lebih hulu.
PEDAS 4 tidak hanya menyasar anak stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan menyusui guna mencegah stunting sejak dalam kandungan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab menggandeng SPPG untuk penyediaan nutrisi serta kader/penyuluh KB sebagai garda penyaluran.
Andi Utta menginstruksikan seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk memastikan tidak ada anak stunting di wilayahnya yang luput dari pendataan.
"Membantu urusan stunting adalah pekerjaan mulia. Kita sedang menyiapkan generasi Bulukumba agar lebih kompetitif di masa depan," imbuhnya.
Pesan PKK: Posyandu Jangan "Mati Suri"
Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menambahkan bahwa aktivasi Posyandu adalah kunci menghadapi kompleksitas masalah kesehatan saat ini, mulai dari gizi buruk hingga penyakit tidak menular.
"Tidak boleh ada Posyandu yang mati suri atau sekadar buka sebulan sekali tanpa edukasi. Posyandu adalah wajah pelayanan dasar desa. Jika Posyandu aktif, maka pembangunan desa dinilai berhasil," tegas Herfida.
Ia berharap seluruh unsur, mulai dari Puskesmas hingga pemerintah desa, menjadikan Posyandu sebagai pusat edukasi dan gerakan hidup sehat yang konsisten.
Hadir dalam Acara:
Turut menyaksikan momentum bersejarah ini, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin, Anggota DPRD Bulukumba Fathinah Qauliyah, para Kepala OPD, serta Kepala Desa Barombong Mahfud.


