![]() |
| Plt. Kakan Kemenag Bulukumba H. Misbah, S.Ag., MA saat mengisi ceramah isra mi'raj |
SIMPULINDONESIA.com_Bantaeng -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng sekaligus Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba, H. Misbah, hadir sebagai penceramah dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Taqwa Tompong, Kota Bantaeng, Ahad malam (18/01/2026) ba’da Isya.
Kehadiran Kakankemenag dalam agenda keagamaan
tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng
dalam mendukung kegiatan syiar Islam di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga
merupakan bagian dari pembinaan keagamaan bagi majelis taklim serta jamaah
masjid di wilayah setempat.
Dalam tausiyahnya, H. Misbah menguraikan latar
belakang terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj. Ia menjelaskan bahwa Isra
Mi’raj merupakan mukjizat terbesar kedua
Nabi Muhammad SAW setelah Al-Qur’an.
Lebih lanjut, ia menggambarkan tiga peristiwa
berat yang dialami Rasulullah SAW sebelum terjadinya Isra Mi’raj, yaitu
wafatnya istri tercinta Siti Khadijah
yang selama ini menjadi pendukung utama dakwah Islam, wafatnya paman Nabi Abu Thalib sebagai pelindung beliau,
serta semakin beratnya tekanan dakwah setelah kehilangan dua figur penting
tersebut.
“Rangkaian cobaan itu menjadikan tahun
tersebut dikenal sebagai ‘Aamul Huzni
atau Tahun Kesedihan. Dalam kondisi itulah Allah SWT mengutus Malaikat Jibril
untuk menghibur Nabi dan memperjalankannya dalam peristiwa agung Isra dan
Mi’raj,” jelasnya.
H. Misbah menegaskan bahwa peristiwa Isra
Mi’raj sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT.
Ia juga menekankan bahwa dari peristiwa Isra
Mi’raj inilah Allah SWT menetapkan perintah
shalat lima waktu bagi umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu,
peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi
diri, khususnya dalam pelaksanaan shalat dan ibadah lainnya.
“Shalat lima waktu adalah hadiah atau
oleh-oleh dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Di akhir ceramah, Kakankemenag berpesan kepada
seluruh jamaah agar senantiasa mendidik dan membimbing anak-anak sebagai
generasi penerus untuk menjaga serta membiasakan shalat lima waktu, terutama
dengan memakmurkan masjid.
Ditulis: Afiev Rahman
Edit: Halim Amsur



