Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Isra Mi’raj di Masjid Besar Taqwa Tompong: Hadiah Shalat Lima Waktu, Pesan Kakankemenag untuk Jamaah

Minggu, 18 Januari 2026 | 23.21 WIB Last Updated 2026-01-18T16:22:44Z
Plt. Kakan Kemenag Bulukumba H. Misbah, S.Ag., MA saat mengisi ceramah isra mi'raj 

SIMPULINDONESIA.com_Bantaeng
-- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng sekaligus Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba,
H. Misbah, hadir sebagai penceramah dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Taqwa Tompong, Kota Bantaeng, Ahad malam (18/01/2026) ba’da Isya.

 

Kehadiran Kakankemenag dalam agenda keagamaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng dalam mendukung kegiatan syiar Islam di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan keagamaan bagi majelis taklim serta jamaah masjid di wilayah setempat.

 

Dalam tausiyahnya, H. Misbah menguraikan latar belakang terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj. Ia menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan mukjizat terbesar kedua Nabi Muhammad SAW setelah Al-Qur’an.

 

Lebih lanjut, ia menggambarkan tiga peristiwa berat yang dialami Rasulullah SAW sebelum terjadinya Isra Mi’raj, yaitu wafatnya istri tercinta Siti Khadijah yang selama ini menjadi pendukung utama dakwah Islam, wafatnya paman Nabi Abu Thalib sebagai pelindung beliau, serta semakin beratnya tekanan dakwah setelah kehilangan dua figur penting tersebut.

 

“Rangkaian cobaan itu menjadikan tahun tersebut dikenal sebagai ‘Aamul Huzni atau Tahun Kesedihan. Dalam kondisi itulah Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menghibur Nabi dan memperjalankannya dalam peristiwa agung Isra dan Mi’raj,” jelasnya.

 

H. Misbah menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT.


“Peristiwa Isra Mi’raj merupakan bentuk kehendak Allah SWT. Kalau Allah mau, bisa terjadi,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa dari peristiwa Isra Mi’raj inilah Allah SWT menetapkan perintah shalat lima waktu bagi umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri, khususnya dalam pelaksanaan shalat dan ibadah lainnya.

“Shalat lima waktu adalah hadiah atau oleh-oleh dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

 

Di akhir ceramah, Kakankemenag berpesan kepada seluruh jamaah agar senantiasa mendidik dan membimbing anak-anak sebagai generasi penerus untuk menjaga serta membiasakan shalat lima waktu, terutama dengan memakmurkan masjid.


Ditulis: Afiev Rahman

Edit: Halim Amsur

×
Berita Terbaru Update