Apresiasi itu mengemuka dalam puncak kegiatan Green Policing yang dihelat di Lapangan H. Andi Sulthan Daeng Radja, Kelurahan Matekko Ponre, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Jumat (6/11/2026).
Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia Kabupaten Bulukumba, Saiful Alief Subarkah—yang akrab disapa SAS—menilai pendekatan Green Policing membuktikan bahwa peran institusi kepolisian kini semakin luas. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam.
Menurut SAS, pelibatan masyarakat secara langsung dalam isu lingkungan merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah dinamika sosial.
"Green Policing merupakan gagasan positif yang patut diapresiasi. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujar SAS.
Aksi Nyata dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan yang digagas Polsek Gantarang ini dirancang secara komprehensif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Berbagai aksi nyata digelar dalam rangkaian acara tersebut, mulai dari kerja bakti massal, penanaman pohon, senam sehat bersama, hingga forum coffee morning sebagai wadah dialog terbuka dengan warga.
Sinergi ini tampak dari keterlibatan lintas sektoral yang solid, yang melibatkan jajaran Polsek Gantarang dan Polres Bulukumba, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, institusi pendidikan (guru dan siswa), organisasi kemasyarakatan, para pemangku kepentingan (stakeholders), hingga insan pers.
Kehadiran para pejabat utama turut memperkuat komitmen bersama tersebut, di antaranya Kapolres Bulukumba AKBP Stefhanus Luckyto, Wakapolres Bulukumba Kompol Syafaruddin, Kapolsek Gantarang Kompol Haedar Muis, serta Camat Gantarang Ahmad Yusri beserta jajaran.
Momentum Berkelanjutan untuk Bulukumba
Bagi Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia Kabupaten Bulukumba, inisiatif ini memiliki nilai strategis karena mampu merajut pendekatan keamanan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu bingkai.
SAS berharap program tersebut tidak berhenti sekadar sebagai agenda seremonial sesaat. Lebih jauh, ia mendorong agar Green Policing bertransformasi menjadi gerakan sosial yang masif, konsisten, dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Bulukumba.
"Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan imbauan. Dibutuhkan keteladanan, keterlibatan, dan aksi nyata. Karena itu, kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu terus diperkuat ke depan," pungkasnya.

