Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

KUA Rilau Ale Turun ke Tengah Masyarakat, Semarakkan Maulid Nabi di Anrang

Jumat, 18 September 2026 | 08.29 WIB Last Updated 2026-09-18T04:38:58Z



SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rilau Ale turut menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar di Masjid Babus Jannah, Dusun Bontomasunggu, Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Kamis (18/9/2026) kemarin.

Empat Penyuluh Agama Islam KUA Rilau Ale hadir dalam kegiatan tersebut, yakni H. Ahmad Khatib Mahdy, Sulfia, S.Pd.I., Rosmah, S.Ag., dan Hasmawati N, S.Ag. 

Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari upaya memperkuat peran KUA dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung semarak dan dihadiri Kepala Desa Anrang beserta sejumlah tokoh masyarakat serta jamaah majelis taklim. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran rombongan majelis taklim lintas desa, di antaranya dari Desa Tamaona.

Turut hadir perwakilan Camat Rilau Ale yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat.

Usai kegiatan tersebut, H. Ahmad Khatib Mahdy memberikan motivasi kepada para penyuluh agar terus hadir di tengah masyarakat dan tidak berhenti mengambil bagian dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Menurutnya, kegiatan seperti Maulid Nabi menjadi salah satu ruang strategis bagi penyuluh untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh jangan hanya hadir ketika ada kegiatan di kantor. Justru ruang pengabdian kita adalah ketika mampu hadir di tengah masyarakat, mendampingi, membina, dan menjadi bagian dari kegiatan keagamaan mereka,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para penyuluh untuk terus menjaga semangat dalam menjalankan tugas. 

Kehadiran penyuluh, lanjutnya, diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan, tetapi mampu memberikan warna dan manfaat bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

“Jangan lelah untuk hadir dan berbuat. Sekecil apa pun kontribusi kita di tengah masyarakat, insyaallah akan menjadi bagian dari pengabdian jika dilakukan dengan ikhlas,” tambahnya.

Sementara itu, hadir sebagai penceramah dalam peringatan Maulid Nabi tersebut Abd. Halim Amsur, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba.

Dalam tausiyahnya, Abd. Halim Amsur mengangkat salah satu hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tentang keistimewaan doa para nabi. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap Nabi memiliki satu doa yang pasti dikabulkan. Maka setiap Nabi telah menggunakan doanya, sedangkan aku menyimpan doaku itu sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat.”

Halim menjelaskan, hadis tersebut menggambarkan begitu besar kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Ketika para nabi memiliki doa yang mustajab dan telah menggunakan doa tersebut, Rasulullah SAW justru menyimpan doa khususnya untuk memberikan syafaat kepada umatnya pada hari kiamat.

Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan untuk direnungkan dalam momentum Maulid Nabi. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi menjadi kesempatan untuk semakin mengenal pribadi Rasulullah, memperkuat kecintaan kepada beliau, dan mengikuti ajaran yang dibawanya.

“Kalau Rasulullah SAW menyimpan doa mustajabnya untuk umatnya pada hari kiamat, maka pertanyaannya adalah apa yang sudah kita persiapkan sebagai umat yang mengaku mencintai Rasulullah,” ungkap Halim.

Ia mengajak jamaah agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, serta mengikuti tuntunan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Halim juga mengingatkan bahwa syafaat Rasulullah SAW bukan alasan bagi umat untuk merasa aman dari kewajiban beramal. Sebaliknya, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya menjadi dorongan untuk semakin taat kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas kehidupan.

“Maulid seharusnya membuat kita bukan hanya semakin sering menyebut nama Rasulullah, tetapi juga semakin berusaha menghadirkan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan kita,” pesannya.


Pembahasan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi jamaah bahwa Rasulullah SAW tidak hanya dikenal sebagai pembawa risalah, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kasih sayang yang sangat besar kepada umatnya. Karena itu, momentum Maulid Nabi menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperbanyak amal sebagai bekal kehidupan akhirat.

Kegiatan Maulid Nabi di Masjid Jannah Salam juga memperlihatkan sinergi antara KUA Kecamatan Rilau Ale melalui para Penyuluh Agama Islam, pemerintah desa, unsur kecamatan, majelis taklim, dan masyarakat dalam menghidupkan syiar Islam.

Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya KUA Rilau Ale untuk terus mendekatkan layanan dan pembinaan keagamaan kepada umat, sekaligus menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang edukasi, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

×
Berita Terbaru Update