Setelah menjabat selama 1 tahun 3 bulan, AKBP Restu Wijayanto resmi berpindah tugas. Di tengah dinamika dan perbedaan pandangan yang mewarnai hubungan antara aparat dan masyarakat selama masa kepemimpinannya, Suandi menegaskan bahwa kritik yang pernah disampaikan tidak pernah menghapus rasa hormat terhadap dedikasi sang perwira.
"Sebagai seorang aktivis, saya percaya bahwa kekuasaan harus selalu diawasi, dan kebijakan harus terus dikritisi demi kepentingan masyarakat. Kritik bukanlah bentuk permusuhan, melainkan wujud kepedulian agar pelayanan publik terus menjadi lebih baik," ujar Suandi dalam catatannya.
Kepemimpinan yang Humanis dan Berintegritas
Selama memimpin Polres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto dinilai sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter humanis, tegas, dan berintegritas. Meskipun Suandi mengakui bahwa tidak seluruh harapan masyarakat dapat terwujud secara sempurna dalam kurun waktu tersebut, setiap langkah pengabdian dan kerja keras yang telah dicurahkan tetap layak mendapatkan apresiasi tinggi.
"Hari ini, ketika beliau berpindah tugas, Bulukumba melepas seorang pemimpin yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk daerah ini. Tidak semua harapan mungkin telah terwujud, tetapi setiap langkah pengabdian layak dikenang dengan rasa hormat," tulisnya.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Atas nama elemen aktivis dan masyarakat Bulukumba, Suandi menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas loyalitas serta dedikasi yang ditunjukkan oleh AKBP Restu Wijayanto selama bertugas di Bumi Panrital Lopi. Ia berharap segala kebaikan yang telah ditanam dapat menjadi amal pengabdian bagi bangsa dan negara.
Menutup catatannya, Suandi menitipkan pesan agar di tempat tugas yang baru, AKBP Restu senantiasa menjadi figur pemimpin yang dekat dengan rakyat, teguh memegang prinsip integritas, serta konsisten berpihak pada keadilan.
"Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Nama baik akan selalu hidup dalam ingatan mereka yang pernah merasakan ketulusan dalam melayani," pungkas Suandi.

