Undangan ini menjadi panggung internasional keenam yang diraih Keubitbit sejak 2023 melalui jalur kurasi mandiri. Sebelumnya, grup ini telah tampil di sejumlah festival bergengsi dunia seperti Jazz Triumph Festival, Sirius Jazz Days, Moscow Jazz Festival, dan Dr. Jazz Festival, memperkuat kiprah mereka sebagai duta budaya Indonesia di panggung global.
Rombongan Keubitbit berangkat dari Indonesia pada 1 Juli 2026 dan dijadwalkan kembali pada 8 Juli 2026. Selain tampil di Downtown St. Catharines dan Lakeside Park, Port Dalhousie, mereka juga tengah menjajaki peluang tampil di dua festival musik lainnya di Kanada, yakni Sunfest dan Drom Taberna.
Keubitbit mendapat dukungan penuh dari penyelenggara festival berupa fasilitas pertunjukan, akomodasi, hingga kompensasi profesional. Hal ini menjadi bukti bahwa karya musik tradisi yang mereka usung memiliki daya saing tinggi dan mendapat pengakuan di pasar musik dunia.
Hampir 12 tahun berkarya, Keubitbit dikenal memadukan unsur tradisi Aceh dengan sentuhan jazz dan world music modern. Di bawah kepemimpinan Safrullah atau Aloel Keubitbit, kelompok ini juga pernah meraih AMI Awards 2020 untuk kategori Karya Produksi World Music Terbaik lewat komposisi instrumental "Saban Sabee" serta aktif menggelar lokakarya budaya di berbagai negara.
Safrullah menegaskan bahwa perjalanan ke Kanada bukan sekadar tampil di festival, tetapi juga membawa misi memperkenalkan Indonesia sebagai "surga bunyi kultural" kepada dunia. Melalui setiap penampilan, Keubitbit berharap semakin banyak masyarakat internasional mengenal kekayaan musik tradisi Indonesia yang mampu bersaing di industri musik global.
(Ysf)

