Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Aksi Konservasi Pesisir Tutup Rangkaian "Mannanro Nakku Vol. 1", MAPASKA Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Ujung Cinta

Senin, 27 Juli 2026 | 15.16 WIB Last Updated 2026-07-27T08:16:40Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBARangkaian perhelatan akbar Wisata Alam dan Budaya "Mannanro Nakku Vol. 1" yang diinisiasi oleh Mahasiswa Pemerhati Alam dan Seni Budaya Kajang (MAPASKA) resmi ditutup dengan sukses pada Minggu (26/07/2026). Sebagai penutup dari seluruh agenda, aksi nyata konservasi lingkungan menjadi fokus utama yang menyedot perhatian seluruh peserta dan masyarakat setempat di Pantai Ujung Cinta, Desa Lolisang, Kecamatan Kajang.

​Aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di sepanjang kawasan pesisir pantai serta pembersihan lingkungan (Clean Up) di Kawasan Adat Kajang dipilih sebagai simbol komitmen kuat para mahasiswa terhadap pelestarian ekosistem alam. Melalui aksi penanaman pohon ini, MAPASKA ingin memastikan bahwa setiap rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya semata, tetapi juga memberikan dampak ekologis yang nyata bagi ketahanan wilayah pesisir Bulukumba ke depan.


​Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi dari Panitia

​Menutup seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan lancar dan penuh khidmat, Ketua Panitia Reski menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan gerakan hijau ini.


"Kami atas nama seluruh panitia pelaksana mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran Pemerintah Desa Lolisang, Kapolsek Kajang beserta jajaran, para sponsor, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi. Terutama dalam aksi konservasi penanaman mangrove ini, dukungan dan keterlibatan semua pihak menjadi energi utama bagi kami untuk terus menjaga kelestarian alam Kajang," ujar Reski.


​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MAPASKA, Awaludin Nur, turut menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada seluruh kader serta pihak-pihak yang membersamai misi pelestarian lingkungan hidup ini.


"Frasa Mannanro Nakku yang berarti 'Menitip Kerinduan' kami wujudkan melalui titipan kehidupan lewat penanaman pohon mangrove ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai langkah kami. Harapan besar kami, ribuan bibit yang telah ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang," pungkas Awaludin Nur.


​Dengan tuntasnya aksi konservasi penanaman mangrove ini, penyelenggaraan Mannanro Nakku Vol. 1 resmi berakhir dan sukses meninggalkan jejak positif sebagai katalisator penting dalam memajukan pariwisata Bulukumba yang berbasis lingkungan dan kearifan lokal.

×
Berita Terbaru Update