Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Polemik Tradisi 17 Agustus di Kajang, Pemuda Sempat Kecewa hingga Camat Beri Kepastian Turnamen Sepak Bola

Jumat, 24 Juli 2026 | 13.41 WIB Last Updated 2026-07-24T06:41:53Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Kabar ditiupkannya isu pembatalan Turnamen Sepak Bola dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, sempat memicu kekecewaan mendalam dari kalangan pemuda setempat.

​Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, turnamen sepak bola tahunan bukan sekadar ajang perebutan hadiah. Ajang ini telah mengakar sebagai tradisi yang mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, dan memperkuat persatuan antarwarga desa di Kecamatan Kajang.

​Salah seorang pemuda Kajang, Suandi Bali, menyayangkan jika perayaan kemerdekaan harus berjalan tanpa kehadiran kompetisi olahraga rakyat tersebut.

​"Ini bukan soal hadiah. Ini adalah momen setahun sekali di mana pemuda dari berbagai desa di Kajang bisa berkumpul, bersilaturahmi, membangun sportivitas, dan mempererat persatuan melalui sepak bola," ujar Suandi Bali, Jumat (24/7/2026).


​Suandi berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga tradisi baik yang telah berlangsung bertahun-tahun agar tidak tergerus begitu saja. Menurutnya, sepak bola memiliki daya tarik universal sebagai pemersatu berbagai kalangan tanpa memandang perbedaan.

​Klarifikasi Resmi Pemerintah Kecamatan Kajang

​Menanggapi dinamika dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, Pemerintah Kecamatan Kajang langsung memberikan penjelasan resmi guna meredam kekhawatiran publik.

​Camat Kajang, Andi Rahmat Sahib, menegaskan bahwa perayaan HUT ke-81 RI di wilayahnya dipastikan tetap berjalan meriah. Terkait polemik cabang olahraga, ia memastikan turnamen sepak bola tetap akan diselenggarakan karena atmosfer perayaan kemerdekaan dinilai kurang lengkap tanpa pertandingan si kulit bundar tersebut.

​"Perayaan HUT RI ke-81 tetap dilaksanakan. Persoalan sepak bola tetap diadakan, sebab tidak seru jika tidak ada bola," tegas Andi Rahmat Sahib.

​Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa terdapat penyesuaian konsep perayaan pada tahun ini. Teknis pelaksanaan untuk cabang olahraga sepak bola dan bola voli akan diserahkan langsung ke tingkat desa masing-masing. Di sisi lain, pemerintah tingkat kecamatan akan memfokuskan energi dan sumber daya pada suksesnya penyelenggaraan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

​Sebagai langkah lanjutan, pihak kecamatan merancang sistem kompetisi berjenjang. Setelah rangkaian pertandingan penyisihan rampung di tingkat desa, kompetisi akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan.

​Saat ini, panitia perayaan tengah mematangkan jadwal dan konsep teknis tersebut, dengan rencana pemusatan kegiatan yang dipusatkan di Desa Tambangan sebagai tuan rumah resmi.


×
Berita Terbaru Update