Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Perkuat Sinergi, HMI Dorong Kejati Sulsel Tingkatkan Pengawasan dan Penegakan Hukum Berkeadilan

Rabu, 10 Juni 2026 | 13.59 WIB Last Updated 2026-06-10T06:59:32Z



SIMPULINDONESIA.com_ MAKASSAR – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan audiensi strategis dengan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan di Kantor Kejati Sulsel, Makassar, Rabu (10/6/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pengawasan dan penegakan hukum yang berkeadilan di wilayah Sulawesi Selatan.

​Dalam audiensi tersebut, delegasi HMI diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, didampingi oleh Asisten Intelijen (Asintel) dan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel.

​Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Bulukumba sekaligus Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Korwil Sulawesi Selatan, Asdar, menyatakan bahwa keterlibatan aktif organisasi kepemudaan sangat krusial dalam mengawal kebijakan publik serta isu-isu hukum yang krusial di masyarakat. Menurutnya, pendekatan konstruktif melalui kemitraan strategis dengan aparat penegak hukum adalah jalan terbaik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

​"Audiensi ini merupakan momentum strategis untuk membangun komunikasi efektif antara mahasiswa dan Kejaksaan Tinggi. Kami mendorong penguatan kolaborasi dalam sistem pengawasan agar penegakan hukum di Sulawesi Selatan lebih responsif terhadap aspirasi publik dan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan," ujar Asdar.

​Selain membahas agenda sinergi, dalam kesempatan tersebut pihak HMI juga secara resmi menyampaikan permohonan agar Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel bersedia menjadi narasumber dalam kegiatan nasional HMI yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

​Menanggapi hal tersebut, pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian kader HMI terhadap penegakan hukum. Kajati Sulsel menegaskan bahwa pihaknya senantiasa terbuka terhadap masukan konstruktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa, guna memperkuat supremasi hukum di daerah.

​Pertemuan ini diproyeksikan menjadi langkah awal untuk membangun budaya hukum yang lebih kuat di Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya sistem hukum yang berintegritas dan transparan.

​"Sinergi antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum adalah fondasi mutlak bagi sistem hukum yang berpihak pada kepentingan rakyat luas," pungkas Asdar menutup pernyataan.(Iis)


×
Berita Terbaru Update