Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat tahapan penyelesaian pembangunan kembali rumah keluarga Daeng Sitti yang sempat luluh lantak akibat kebakaran. Selama kurang lebih dua bulan terakhir, keluarga tersebut harus bertahan hidup di tenda darurat yang didirikan di lokasi bekas rumah mereka.
Simbol Kebangkitan Bersama
Abdul Malik, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bonto Maccini, yang mewakili keluarga Daeng Sitti saat menerima bantuan, menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, dukungan material dari HBK Peduli menjadi pemantik semangat untuk merampungkan tahap akhir pembangunan.
"Bantuan spandek ini merupakan komponen krusial untuk menutup atap rumah. Mewakili keluarga, kami menghaturkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan materi. Kehadiran HBK Peduli memberikan harapan baru bagi kami," ujar Abdul Malik.
Ia menambahkan, pihak keluarga berencana menggelar syukuran sederhana sebagai bentuk rasa syukur setelah rumah tersebut layak huni. Keluarga pun berharap Bapak Hamka B Kadi dapat meluangkan waktu untuk hadir dalam momen kebersamaan tersebut sebagai wujud apresiasi atas kepedulian yang telah diberikan.
Mengedepankan Kekuatan Gotong Royong
Koordinator HBK Peduli, Syahrir Riri, menekankan bahwa esensi dari bantuan ini melampaui nilai material semata. Baginya, semangat kebersamaan dan solidaritas warga Kampung Parampanging adalah motor utama dalam proses pemulihan ini.
"Mungkin secara material bantuan kami tidak seberapa, namun esensi yang ingin kami bangun adalah solidaritas. Kami melihat warga di sini bahu-membahu secara sukarela—mulai dari tenaga hingga dukungan moral. Ini adalah bukti bahwa nilai gotong royong di tengah masyarakat kita masih sangat kuat," jelas Syahrir.
Lebih jauh, Syahrir menegaskan bahwa pemulihan pascabencana memang memerlukan kolaborasi lintas pihak. Keterlibatan aktif relawan, tokoh masyarakat, dan dermawan menjadi kunci agar korban musibah tidak merasa berjuang sendirian.
"Apa yang terjadi di Parampanging ini adalah pelajaran berharga tentang kekuatan kolektif. HBK Peduli berharap, bantuan ini dapat segera dimanfaatkan agar keluarga Daeng Sitti bisa meninggalkan tenda darurat dan kembali menempati hunian yang aman dan nyaman," tutupnya.
Kehadiran HBK Peduli di Sinoa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus merawat kepedulian sosial, terutama dalam merespons musibah yang menimpa sesama warga di wilayah Sulawesi Selatan. (Red -msi)

