Sebagai calon duta budaya nasional, Priscilla mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi penampilan, tetapi juga kualitas intelektual, fisik, dan karakter. Salah satu fokus utama yang dijalani adalah latihan public speaking, guna memperkuat kemampuan komunikasi, penyampaian gagasan, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik dan dewan juri.
Selain itu, Priscilla secara rutin mengasah kemampuan modeling dan pembawaan diri, termasuk teknik berjalan, sikap tubuh, serta etika penampilan yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Latihan ini dipadukan dengan pengaturan olahraga dan kesehatan tubuh, sebagai upaya menjaga kebugaran, stamina, dan kesiapan fisik selama masa karantina dan rangkaian kegiatan nasional.
Tidak kalah penting, Priscilla juga memperdalam advokasi yang menjadi ciri khasnya sebagai duta muda. Ia aktif mematangkan gagasan, memperkuat pesan, serta menyusun langkah konkret agar advokasinya memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Di sisi lain, penguatan pengetahuan budaya menjadi fondasi utama dalam persiapan tersebut. Priscilla mempelajari beragam tradisi, nilai filosofi, serta kekayaan budaya Nusantara sebagai bekal untuk menjawab tantangan intelektual di tingkat nasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai representasi generasi muda berbudaya.
Priscilla menyampaikan bahwa seluruh proses persiapan ini dijalani dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Baginya, ajang Putra Putri Budaya Indonesia bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran dan pengabdian untuk turut menjaga identitas budaya bangsa.
Dengan persiapan yang matang dan disiplin, Priscilla Aurelia optimistis dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama harum Jawa Timur dan Kota Kediri pada ajang nasional Oktober mendatang.(Ysf)

