Tak seperti biasanya, perhatian warga terfokus ke lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Kehadiran komunitas ini memberikan warna baru yang positif bagi lingkungan sekitar. Keberadaan Gardu KM7 dianggap sebagai wadah yang mampu mentransformasi stigma permainan domino—yang selama ini kerap dipandang sebelah mata—menjadi ajang yang santun, tertib, dan mampu membangun komunikasi lintas generasi yang sehat. Masyarakat setempat tampak terpukau melihat bagaimana silaturahmi ini mampu mencairkan suasana menjadi begitu akrab dan elegan.
Sambil menikmati jamuan hangat yang disiapkan tuan rumah, para pecinta domino dari berbagai gardu terkemuka di wilayah Kajang larut dalam atmosfer persaudaraan. Tercatat perwakilan dari Gardu KM7, Musafir, Sayyad, Punk Barani, dan Mattoanging turut serta berpartisipasi.
Kompetisi mini ini bukan sekadar adu strategi di atas meja, melainkan ajang untuk menguji mental dan merawat hubungan kekeluargaan antar sesama penikmat domino. Sebanyak 36 pasang peserta turut ambil bagian dalam turnamen yang dimulai sejak pukul 20.30 WITA hingga berakhir pada pukul 02.30 dini hari. Ketegangan di babak puncak akhirnya mempertemukan perwakilan Gardu KM7 dan Gardu Musafir, di mana kedua belah pihak sepakat untuk dinobatkan sebagai Juara 1 Bersama, sebagai simbol solidaritas yang tak terputuskan.
Semangat Pembelajar dalam Kesederhanaan
Arman, selaku Ketua Gardu KM7 sekaligus tuan rumah, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para tamu.
"Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh rekan-rekan pecinta domino yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Gardu kami. Meski Gardu KM7 masih dalam tahap pembinaan dan tergolong komunitas baru, kami memiliki semangat yang tak pernah padam untuk terus berkarya," ujar Arman.
Ia pun dengan rendah hati mengharapkan bimbingan dari para rekan di gardu-gardu senior yang telah lebih berpengalaman. "Kami sangat terbuka untuk segala masukan dan bimbingan. Kami sadar masih banyak kekurangan, dan semangat rekan-rekan di Gardu KM7 akan terus berkobar untuk belajar serta menjaga marwah permainan domino yang santun ini," tambahnya.
Permohonan Maaf dan Antusiasme Publik
Arman juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, baik secara pribadi maupun mewakili panitia pelaksana, atas segala kekurangan selama kegiatan berlangsung.
"Kami mohon maaf jika ada kekurangan, baik dari segi fasilitas maupun tutur kata kami yang mungkin kurang berkenan. Mengingat keterbatasan slot peserta dan ketersediaan meja yang ada, kami terpaksa membatasi jumlah peserta agar durasi kompetisi tetap kondusif. Kami mohon permakluman bagi rekan-rekan yang belum sempat ambil bagian dalam kompetisi kali ini," jelasnya.
Menariknya, keterbatasan ruang kompetisi tidak menyurutkan antusiasme masyarakat sekitar. Banyak warga yang hadir langsung di lokasi hanya untuk menyaksikan jalannya pertandingan dengan penuh kegembiraan. Sinergi antara para tamu dan masyarakat setempat menciptakan pemandangan yang harmonis, membuktikan bahwa melalui media kartu domino, persaudaraan antarwarga di Kecamatan Kajang semakin erat dan kokoh.(Red-Msi)

