Dalam sebuah pernyataan, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada korps Adhyaksa. Menurutnya, penangkapan ini adalah bentuk respons konkret dari aparatur penegak hukum atas kritik yang selama ini digaungkan oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.
"Ini adalah langkah positif untuk penegakan hukum kita. Apa yang kita kritik selama ini, akhirnya dibuka oleh aparat penegak hukum. Secara objektif, ini harus kita apresiasi," ujar Tiyo.
Menanti Pemeriksaan Menyeluruh dan Tuntas
Penangkapan Kepala BGN ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh para aktivis di seluruh penjuru Indonesia. Banyak pihak kini mendesak agar Kejaksaan Agung tidak berhenti pada sosok kepala badan saja, melainkan terus melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap seluruh jaringan dan mitra Badan Gizi Nasional.
Dorongan untuk "menuntaskan hingga ke akar-akarnya" menjadi narasi yang menguat di kalangan penggiat antikorupsi. Pasalnya, ada kekhawatiran bahwa penyimpangan anggaran yang diduga mencapai angka miliaran per hari ini tidak mungkin dilakukan seorang diri.
"Ikan busuk mulai dari kepalanya. Jika kepala lembaga saja sudah korupsi, bukan tidak mungkin sistem di bawahnya juga terpapar. Kami berharap penegak hukum memiliki keberanian untuk menyisir hingga ke level terdalam," tambah salah satu perwakilan aktivis dalam sebuah diskusi daring yang merespons isu ini.
Menjaga Momentum Penegakan Hukum
Lebih lanjut, Tiyo Ardianto menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum bagi perbaikan sistem tata kelola anggaran. Menurutnya, jika setelah penangkapan ini tidak ada perbaikan sistem yang signifikan untuk menjamin akuntabilitas, maka upaya penegakan hukum akan kehilangan maknanya.
"Kami menekankan bahwa hukum tidak pernah lepas dari politik. Kita harus mengawal agar proses ini murni untuk penegakan hukum dan bukan sekadar 'penumbalan' atau pengalihan isu. Harapan besar kami, Kejagung tetap konsisten dan tidak tebang pilih," tegasnya.
Publik kini menaruh harapan besar pada Kejaksaan Agung untuk terus bekerja secara independen. Dengan terbukanya kasus ini, masyarakat menunggu pengungkapan aktor-aktor lain yang mungkin terlibat, guna memastikan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk perbaikan gizi masyarakat tidak lagi dikorupsi oleh segelintir pihak demi kepentingan pribadi.(Red-Msi)

