Pertandingan tersebut digelar sesaat setelah upacara pembukaan (Opening Ceremony) kompetisi sepak bola usia muda bergengsi tersebut resmi dimulai.
Dominasi Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bulukumba United langsung mengambil inisiatif permainan. Menampilkan koordinasi tim yang solid di setiap lini, skuad asal Sulawesi Selatan ini terus menekan pertahanan lawan melalui serangan yang terorganisasi.
Tekanan intensif yang dilancarkan Bulukumba United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Muhammad Iswahyudi memecah kebuntuan melalui sepakan terukur yang gagal dijangkau oleh penjaga gawang Sukmajaya Depok FC.
Unggul satu gol tidak membuat intensitas serangan mengendur. Bulukumba United justru semakin gencar menekan. Hasilnya, pada menit ke-29, Aidil Karim sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Keunggulan dua gol ini berhasil dipertahankan oleh Bulukumba United hingga turun minum dan laga berakhir.
Fokus dan Tetap Membumi
Menanggapi hasil positif tersebut, pelatih kepala Bulukumba United, Ronal Regen, memberikan apresiasi tinggi terhadap disiplin dan mentalitas bertanding anak asuhnya. Ia menilai kemenangan ini merupakan buah dari konsistensi latihan yang dijalani tim selama masa persiapan.
"Hasil ini adalah bukti kerja keras seluruh elemen tim. Kemenangan dengan dua gol tentu memberikan dorongan kepercayaan diri yang signifikan bagi para pemain. Namun, kami harus tetap membumi dan fokus, karena perjalanan di kompetisi ini masih sangat panjang," ujar Ronal Regen usai pertandingan.
Dengan raihan tiga poin perdana ini, Bulukumba United menempatkan diri di posisi yang menguntungkan dalam klasemen fase grup. Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi tim untuk terus menjaga asa melangkah ke babak berikutnya dalam kompetisi ISL 2026.

