Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Drama 16 Besar Piala Kemerdekaan Kecamatan Kajang 2026: Laga Bontorannu vs Lembanna Dihentikan, Voli dan Sepak Bola Sajikan Kejutan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19.08 WIB Last Updated 2026-08-11T12:08:28Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Hari ketujuh turnamen sepak bola dan bola voli dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Kajang yang dipusatkan di Lapangan Karosia, Desa Bontorannu, menyajikan drama dan kejutan menarik pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ribuan penonton memadati area lapangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan dari cabang olahraga sepak bola dan bola voli.

​Rekapitulasi Pertandingan Bola Voli

​Pada cabang olahraga bola voli, dua pertandingan sengit tersaji hari ini:

Laga Pertama: Tim Voli Desa Bontorannu berhadapan dengan Tim Voli Desa Malleleng.

Laga Kedua: Tim Voli Desa Lembang melawan Tim Voli Desa Tambangan.


​Berdasarkan hasil pertandingan hari ini, Tim Voli Desa Bontorannu dan Tim Voli Desa Lembang sukses mengamankan tiket untuk melaju ke babak selanjutnya.


​Rangkuman Pertandingan Sepak Bola Babak 16 Besar

Desa Lembang vs Desa Mattoanging (Skor Akhir: 2-1)


​Pertandingan pembuka mempertemukan Desa Mattoanging melawan Desa Lembang. Pada babak pertama, skuad Desa Mattoanging tampil menekan dan berhasil memborong dua gol melalui aksi Ekki (nomor punggung 11) dan sang kapten (nomor punggung 27).


​Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berlangsung semakin sengit dan menjunjung tinggi sportivitas. Tim Desa Lembang yang mencoba bangkit berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Mansur (nomor punggung 5). Skor 2-1 untuk keunggulan Desa Mattoanging bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.


Desa Bontorannu vs Desa Lembanna (Laga Dihentikan)

​Laga kedua mempertemukan tuan rumah Desa Bontorannu menghadapi Desa Lembanna. Sebagai sesama desa tetangga, duel sarat gengsi ini menarik perhatian ribuan pendukung yang memadati sisi lapangan.


​Sepanjang babak pertama, kedua tim bermain ketat dan disiplin menjaga lini pertahanan, sehingga skor imbang tanpa gol (0-0) bertahan hingga turun minum.


​Memasuki paruh kedua, kebuntuan akhirnya pecah setelah pemain andalan Desa Bontorannu, Zulkifli (nomor punggung 25), sukses membuka keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas yang akurat, membawa timnya memimpin sementara 1-0.


​Menjelang akhir pertandingan, tensi laga meningkat dan memicu insiden protes terhadap keputusan wasit. Wasit kemudian memberikan sanksi tegas berupa kartu merah kepada pemain Bontorannu nomor punggung 41, Marzuki, akibat tindakan yang dinilai tidak sportif.


​Akibat insiden tersebut, jalannya pertandingan sempat terhenti. Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan lisan antara manajer tim Desa Bontorannu dan Desa Lembanna, sisa waktu pertandingan sekitar lima menit disepakati untuk tidak dilanjutkan. Dengan demikian, Desa Bontorannu memimpin keunggulan sementara 1-0, sementara satu pemainnya resmi didiskualifikasi.


​Sikap Panitia dan Imbauan untuk Suporter

​Menanggapi insiden pada laga kedua sepak bola, pihak penyelenggara menegaskan bahwa hasil akhir resmi masih menunggu rapat koordinasi internal antara panitia dan koordinator pertandingan.


​Panitia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kajang serta para suporter kedua tim, untuk tetap tenang dan bersabar menunggu keputusan resmi yang akan dikeluarkan oleh pihak penyelenggara.


​Selain itu, panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta aparat yang turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama turnamen berlangsung.

 

Masyarakat kembali diimbau untuk memadati Lapangan Karosia Desa Bontorannu guna memberikan dukungan sportif pada rangkaian pertandingan esok hari. (Red-Msi)

×
Berita Terbaru Update