KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Beasiswa Sultra Cerdas, kini diterpa isu penundaan yang memicu kegelisahan para penerima. Salah satunya datang dari Valeyha Merve Aqliyah, mahasiswi Universitas Sampurna jurusan Psikologi angkatan 2025. Rabu (10/06/2026).
Dalam pernyataannya, Valeyha mengaku terkejut setelah membaca informasi terkait rencana penundaan program beasiswa yang selama ini menjadi harapan besar bagi generasi muda Sultra untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Saya sangat bersyukur dan bangga menjadi bagian dari penerima beasiswa ini. Ini bukan hanya kesempatan, tapi juga amanah untuk membawa nama baik Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Namun di balik rasa syukur tersebut, muncul kekhawatiran serius.
Ia menilai ketidakjelasan informasi terkait keberlanjutan program berpotensi mengganggu proses studi serta masa depan para penerima.
Valeyha pun secara terbuka memohon kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk memberikan klarifikasi resmi terkait arah kebijakan program tersebut.
“Dengan segala kerendahan hati, saya berharap ada penjelasan langsung agar kami dapat memahami langkah ke depan. Kami juga siap berdiskusi atau mengikuti sesi resmi yang disediakan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk kembali ke Sulawesi Tenggara setelah menyelesaikan pendidikan, guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu psikologi yang ia pelajari.
Isu penundaan Beasiswa Sultra Cerdas ini pun mulai menjadi sorotan, mengingat program tersebut selama ini digadang-gadang sebagai investasi sumber daya manusia unggulan di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait kepastian penundaan program tersebut.

