Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Permintaan Hapus Berita Ditolak Jurnalis SIMPULINDONESIA.COM, Oknum Ini Ngaku Keluarga Danrem

Jumat, 01 Mei 2026 | 09.11 WIB Last Updated 2026-05-01T02:11:15Z

Gambar : Tangkapan layar, pesan whatsapp dari Orang Tak Dikenal (OTK).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Praktik dugaan intervensi terhadap kebebasan pers kembali mencuat. Jumat (01/05/2026).


Seorang pria misterius yang mengaku sebagai wartawan sekaligus memiliki “kedekatan” dengan petinggi militer, diduga menekan jurnalis untuk menghapus pemberitaan sensitif terkait kasus pencabulan anak oleh oknum TNI.


Pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Akbar Liambo itu menghubungi jurnalis Simpulindonesia.com melalui pesan WhatsApp. 


Dalam komunikasinya, ia secara terang-terangan meminta agar berita tersebut segera diturunkan.


Tak sekadar meminta, ia juga diduga membangun tekanan psikologis dengan mengklaim memiliki hubungan keluarga dengan seorang Komandan Korem (Danrem).


“Bos danrem itu saya punya om, kau mau cari tahu lagi, konfirmasi langsung orangnya, langsung ke Danrem,”tulisnya dalam pesan.


Klaim tersebut memunculkan pertanyaan serius: apakah benar ada upaya membawa nama institusi militer untuk membungkam pemberitaan?


Permintaan penghapusan berita itu disebut berkaitan dengan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan oknum anggota TNI. 


OTK tersebut berdalih bahwa kasus telah ditangani oleh Polisi Militer, sehingga menurutnya tidak perlu lagi menjadi konsumsi publik.


“Bisa take down om, ada solusi dari Kodim. Pelaku sudah diproses di POM,” tulisnya lagi.


Namun, alih-alih sekadar klarifikasi, nada komunikasi yang digunakan justru dinilai mengarah pada upaya intervensi. 


Bahkan, ia sempat melontarkan kalimat bernuansa “transaksional” yang memicu kecurigaan.


“Kita bantu, saya bantu om,”Tulisnya di pesan Whatsapp.


Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik lobi di balik layar yang berpotensi mengancam independensi media.


Sejumlah kalangan menilai, jika benar terjadi, tindakan semacam ini bukan hanya mencederai kebebasan pers, tetapi juga berpotensi menjadi bentuk intimidasi terhadap jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut-sebut, termasuk institusi militer terkait maupun pihak yang mengaku sebagai “Akbar Liambo”.


Tim Simpulindonesia.com masih terus melakukan penelusuran mendalam guna memastikan identitas, motif, serta kemungkinan keterkaitan pihak-pihak yang disebut dalam komunikasi tersebut.


Kasus ini membuka kembali pertanyaan besar, Siapa sebenarnya yang bermain di balik tekanan ini dan sampai sejauh mana kekuatan itu mencoba mengendalikan informasi publik?

×
Berita Terbaru Update