Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Pelaku Bebas Berkeliaran, Polisi Terkesan Tutup Mata, Kasus Pencabulan Anak di Bombana Mandek

Minggu, 17 Mei 2026 | 09.52 WIB Last Updated 2026-05-17T02:52:27Z

Gambar : Kantor Polres Bombana. (Foto/Ist).


BOMBANA__SIMPULINDONESIA.COM,— Penanganan kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur di Polres Bombana disorot keras. Minggu (16/05/2026).


Orang tua korban berinisial OB meluapkan kekecewaannya atas lambannya proses hukum yang dinilai tak kunjung memberikan keadilan bagi anaknya.


OB menyebut, hingga kini satu terlapor utama masih bebas berkeliaran dan belum berhasil diamankan oleh penyidik. 


Padahal, laporan sudah dilayangkan sejak Oktober 2025 lalu.


Lebih memprihatinkan, OB mengaku tidak pernah menerima salinan laporan polisi sejak awal perkara bergulir. 


Ia hanya mendapatkan dua lembar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tanpa kejelasan konkret.


“Kasus ini masih berjalan, tetapi pelaku belum ditangkap,” ujar OB kepada wartawan, Sabtu (17/5/2026).


Dugaan kejanggalan semakin menguat setelah MY mengungkapkan bahwa lokasi kejadian berada di rumah seorang oknum polisi yang juga tercatat sebagai saksi. 


Ia bahkan menduga pelaku memiliki hubungan keluarga dengan oknum tersebut.


Korban sendiri diketahui masih berstatus pelajar kelas 3 SMP saat kasus ini terungkap. 


Namun sejak laporan dibuat, korban terpaksa berhenti sekolah akibat tekanan psikologis yang berat.


Tak hanya itu, OB juga menyoroti dugaan beredarnya video pribadi korban yang semakin memperparah kondisi mental anaknya. 


Ia menilai situasi ini sebagai bentuk penderitaan berlapis yang seharusnya segera ditangani serius oleh aparat.


Dalam perkara ini, total terdapat tujuh terlapor. 


Dua di antaranya telah menjalani proses persidangan di PN Pasarwajo dan empat lainnya telah divonis bersalah. 


Namun ironisnya, satu terlapor lainnya justru masih buron dan belum tersentuh hukum.


OB menegaskan, dirinya akan terus memperjuangkan keadilan bagi anaknya meski harus menghadapi proses yang berlarut-larut tanpa pendampingan yang memadai.


Kasus ini kini menjadi sorotan, memunculkan pertanyaan besar, mengapa pelaku masih bebas, dan sejauh mana keseriusan aparat dalam menuntaskan kejahatan terhadap anak?


Sampai berita ini ditayangkan Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

×
Berita Terbaru Update