Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Dua Pekan Berlalu, Tersangka Penabrak Laode Tondu Belum Ditangkap, Polisi Kerja Apa?

Sabtu, 16 Mei 2026 | 13.16 WIB Last Updated 2026-05-16T06:16:15Z

Gambar : Laode Tondu Korban Kecelakaan di persimpangan lampu merah pasar baru pada 26 April 2026 lalu. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Dua minggu berlalu sejak nyawa Laode Tondu melayang di persimpangan lampu merah Pasar Baru, Kota Kendari. Sabtu (16/05/2026).


Namun hingga hari ini, yang tersisa bukan hanya duka mendalam, melainkan juga tanda tanya besar, di mana negara ketika nyawa warganya direnggut di jalan raya?


Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu dini hari, 26 April 2026 sekitar pukul 03.40 WITA, di Jalan MT Haryono, tepat di perempatan yang dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kendari. 


Ironisnya, di lokasi yang seharusnya terpantau dan terawasi, identitas kendaraan yang diduga menabrak korban justru masih gelap gulita.


Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 29 April 2026 dari Satlantas Polresta Kendari hanya berisi kalimat normatif, penyelidikan masih berjalan, saksi masih dicari, bukti masih dikumpulkan. 


Sebuah jawaban yang terdengar formal, namun terasa hampa bagi keluarga korban yang menunggu kepastian.


“Kami tidak menuntut hal yang berlebihan. Kami hanya ingin kejelasan. Anak kami meninggal di jalan, tetapi sampai sekarang belum ada siapa yang bertanggung jawab,” ungkap pihak keluarga dengan penuh haru.


Pertanyaannya kini menjadi lebih tajam, bagaimana mungkin di tengah kota, di era kamera pengawas dan teknologi digital, sebuah kecelakaan maut bisa seolah lenyap tanpa jejak? Apakah benar tidak ada rekaman? Atau justru ada yang belum diungkap?


Lambannya pengungkapan kasus ini memicu kecurigaan publik. 


Warga mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam membongkar peristiwa yang jelas-jelas merenggut nyawa. 


Apakah ini sekadar kelalaian? Atau ada sesuatu yang sengaja dibiarkan kabur?


Bagi keluarga Laode Tondu, waktu dua minggu bukan sekadar hitungan hari. 


Itu adalah deretan malam tanpa kepastian, hari-hari panjang menunggu keadilan yang tak kunjung datang. 


Luka kehilangan belum sempat mengering, kini ditambah dengan ketidakjelasan hukum yang terasa seperti pengabaian.


Kasus ini bukan lagi sekadar kecelakaan lalu lintas. Ini adalah ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum. 


Ketika pelaku belum terungkap dan proses berjalan lamban, publik berhak bertanya, apakah nyawa warga hanya bernilai sebatas laporan administratif?


Keluarga korban kini hanya menggantungkan harapan pada keseriusan aparat. Mereka menuntut lebih dari sekadar prosedur, mereka menuntut keadilan yang nyata.


Sebab bagi mereka, kehilangan ini sudah terlalu dalam. Dan menunggu tanpa kepastian, adalah luka kedua yang tak kalah menyakitkan.


Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian, Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.


×
Berita Terbaru Update