Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Tak Sekadar Janji, Buton Utara Realisasikan Pembangunan Tower di 2026

Minggu, 26 April 2026 | 17.45 WIB Last Updated 2026-04-26T10:45:10Z
Gambar : Sartono (Kanan) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Buton Utara. (Foto/Ist).

BUTON UTARA__SIMPULINDONESIA.COM,— Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) terus mempercepat pemerataan akses jaringan telekomunikasi di wilayahnya. Minggu (26/04/2026).


Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo) Butur per 31 Desember 2025, masih terdapat 17 titik blankspot atau wilayah yang belum terjangkau jaringan secara optimal.


Menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi, Pemkab Butur secara aktif mengusulkan pembangunan tower dan penguat sinyal ke berbagai pihak, termasuk PT Telkom Indonesia, kementerian terkait, hingga investor swasta.


Pada tahun 2026, sebagian usulan tersebut mulai terealisasi. Dua titik pembangunan tower telah diakomodasi oleh Telkom, yakni di Desa Eelahi dekat Rumah Sakit Umum Buton Utara yang kini telah rampung, serta di Desa Lelamo, Kecamatan Kulisusu Utara, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.


Tak berhenti di situ, Pemkab Butur juga tengah merampungkan dokumen usulan lanjutan untuk pembangunan tower pada 2027. 


Beberapa lokasi prioritas yang diusulkan antara lain Kelurahan Kambowa (Kecamatan Kambowa) dan Desa Lambale (Kecamatan Kulisusu Barat).


Kepala Dinas Kominfo Buton Utara, Sartono menegaskan bahwa proses pembangunan tower tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya permintaan masyarakat.


“Pembangunan tower itu tidak hanya soal kebutuhan atau desakan masyarakat. Ada berbagai aspek kelayakan yang menjadi pertimbangan pihak Telkom, mulai dari teknis, geografis, hingga efisiensi investasi,” ujar Sartono.


Ia menjelaskan, faktor-faktor tersebut kerap menjadi alasan mengapa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan dalam waktu cepat. 


Namun demikian, pihak Telkom tetap menjadikan usulan pemerintah daerah sebagai prioritas berdasarkan urgensi kebutuhan masyarakat.


Menariknya, dibandingkan dengan 15 kabupaten lain di Sulawesi Tenggara, Buton Utara tercatat memiliki jumlah titik blankspot yang relatif lebih sedikit. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.


“Kami tidak tinggal diam. Justru kami terus proaktif mencari peluang, baik melalui Telkom, program pemerintah pusat seperti Komdigi, maupun pihak ketiga yang ingin berinvestasi di sektor telekomunikasi,” tegas Sartono.


Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Butur dalam memperluas akses digital, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan komunikasi yang layak dan merata.

×
Berita Terbaru Update