![]() |
| Gambar : Kelompok KKN UIN Alauddin Makassar Angt 78 bersama Kelompok Wanita Tani Maju Bersama di Kebun KWT Dusun Ele, Desa Lompo Tengah (26/04/2026) Dok- Ist |
Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama di Kebun Kedua KWT, Dusun Ele, Desa Lompo Tengah, pada Ahad, 26 April 2026.
Optimalisasi Lahan untuk Ketahanan Kesehatan
Program ini dirancang sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Mahasiswa KKN bersama anggota KWT melakukan penanaman berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang memiliki khasiat medis untuk menangani keluhan kesehatan ringan secara mandiri.
Beberapa jenis tanaman yang ditanam meliputi Jahe Merah untuk imunitas, Kunyit sebagai antiseptik alami, Temulawak untuk kesehatan hati, hingga Serai dan Lidah Buaya. Inisiatif ini lahir dari semangat untuk memberdayakan potensi lokal Dusun Ele agar memiliki ketahanan kesehatan dan kemandirian pangan berbasis herbal di tengah melambungnya harga obat-obatan kimia.
Dukungan Pemerintah Setempat
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Tanete Riaja, Bapak Aristo Shiddiq, S.H., M.H., yang memberikan dukungan penuh atas inovasi tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi praktis bagi masyarakat mengenai manfaat tanaman herbal sebagai alternatif kesehatan yang mudah dijangkau dan minim efek samping," pungkasnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Desa Lompo Tengah, Bapak Arifuddin Pabiseang. Beliau menyatakan rasa bangga atas kontribusi mahasiswa KKN UINAM yang menyentuh aspek vital warga, yakni kesehatan dan pemberdayaan ekonomi melalui KWT.
Keberlanjutan Program (Sustainability)
Program yang dipandu oleh Ajmalunnas M. selaku Koordinator Desa (Kordes) ini tidak hanya berfokus pada seremoni penanaman. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai tata cara pengolahan pasca-panen agar tanaman tersebut dapat dikonsumsi dengan dosis yang tepat.
"Harapan kami, program ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir. Kami ingin ini menjadi warisan pengetahuan bagi warga Dusun Ele dalam mengelola apotek hidup di rumah masing-masing, sehingga setiap rumah tangga memiliki 'kotak P3K alami' di halaman mereka," ujar Ajmalunnas.
Dengan hadirnya Apotek Hidup ini, Desa Lompo Tengah diharapkan menjadi pelopor desa mandiri kesehatan di Kabupaten Barru, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan kelompok tani mampu menciptakan solusi konkret bagi tantangan kesehatan di tingkat pedesaan.(Wawan/Red)
