Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

BGN Tindak Tegas Mitra Nakal: Dapur Makan Bergizi Gratis yang Tak Standar Langsung Ditutup!

Kamis, 23 April 2026 | 10.52 WIB Last Updated 2026-04-23T04:08:59Z


SIMPULINDONESIA.com_ JAKARTA,- Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah. Dalam upaya menjaga integritas dan kualitas asupan bagi masyarakat, BGN menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi mitra yang bekerja di bawah standar operasional prosedur (SOP).

​Melalui forum BGN Talks yang disiarkan di laman resmi BGN RI, Minggu (19/4/2026), Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ermia Sofiyessi, STP, M.Agr, menyatakan bahwa transparansi anggaran dan standarisasi kualitas dapur adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

​Sanksi Penutupan dan Penghentian Operasional

​Pernyataan paling krusial dalam arahan tersebut adalah mengenai sanksi berat bagi dapur unit pelayanan yang tidak layak. BGN memastikan akan langsung mengambil langkah penutupan atau suspend terhadap dapur yang terbukti melanggar aturan teknis.

​"Dapur yang tidak sesuai standar BGN, kita tutup. Suspend total sampai dilakukan perbaikan menyeluruh. Mitra dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang abai terhadap SOP menu tidak akan diberikan toleransi," tegas Dr. Ermia.


​Langkah penutupan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat untuk menerima makanan yang higienis, bergizi, dan layak konsumsi. Selain penutupan unit operasional, pelanggaran ini juga berdampak langsung pada hak finansial mitra, di mana aliran dana dukungan akan dihentikan seketika saat status suspend dijatuhkan.

​Mendorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat

​Selain pengawasan internal dari BGN, publik kini didorong untuk menjadi mata dan telinga di lapangan. Partisipasi masyarakat dalam memantau kelayakan fasilitas dapur di daerah masing-masing menjadi fondasi penting agar program ini tepat sasaran.

​Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan jika menemukan indikasi:

  • ​Kondisi dapur yang tidak higienis.
  • ​Kualitas bahan makanan yang tidak segar.
  • ​Ketidaksesuaian menu dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

​Komitmen Transparansi Anggaran

Dr. Ermia mengungkapkan bahwa setiap rupiah anggaran MBG, mulai dari tahap perencanaan hingga pendistribusian, harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Integritas sistem tata kelola ini dibangun agar kepercayaan mitra dan masyarakat tetap terjaga.

​"Jangan macam-macam. Jika sudah terkena suspend, hak finansial tidak akan bisa dicairkan. Ini adalah peringatan keras bagi semua pihak agar tetap patuh pada standar kualitas yang telah kita tetapkan bersama," tutupnya.


×
Berita Terbaru Update