KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Polemik penanganan banjir di Jalan Tunggala, Kota Kendari, kian memanas dan membuka babak baru kritik publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Rabu (29/04/2026).
Sorotan tajam kini mengarah ke Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, Muh Jayadi, yang dinilai lebih aktif “bermain kata” di media ketimbang menghadirkan solusi konkret di lapangan.
Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Mirkas, menjadi salah satu suara paling vokal. Ia menilai respons Dinas PU terkesan defensif dan sarat pencitraan.
“Yang kami lihat, Kadis PU lebih banyak klarifikasi di media. Seolah sibuk menyelamatkan posisi, bukan menyelesaikan masalah,” ujar Mirkas, Rabu (29/4/2026).
Namun, persoalan yang diungkap warga tak berhenti pada buruknya sistem drainase. Ada dugaan lebih serius yang mencuat, keterlibatan aktivitas pembukaan lahan oleh pengembang perumahan yang diduga menjadi faktor utama memperparah banjir.
Menurut Mirkas, material lumpur dari proyek-proyek tersebut terbawa aliran air hujan, mengendap di saluran drainase, dan mempercepat sedimentasi.
Dampaknya, saluran air yang sudah tidak optimal kian kehilangan daya tampung.
“Ini bukan sekadar soal drainase. Ada kontribusi besar dari aktivitas developer yang seakan luput dari pengawasan,” tegasnya.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa isu ini nyaris tak pernah disentuh secara terbuka oleh Dinas PU?
Mirkas secara terang-terangan menuding adanya sikap “lunak” terhadap pihak pengembang. Ia menilai Dinas PU cenderung menghindari pembahasan soal dampak lingkungan dari pembukaan lahan, sebuah sikap yang memicu kecurigaan publik.
“Jangan hanya bicara teknis. Kalau ada faktor lain yang jelas-jelas memperparah, kenapa didiamkan? Ada apa dengan developer?” sindirnya.
Desakan pun menguat agar Pemerintah Kota Kendari tidak lagi menutup mata. Penanganan banjir, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pihak, termasuk menertibkan pengembang yang diduga abai terhadap dampak lingkungan.
Di tengah memanasnya kritik, tuntutan politik pun mulai mencuat. Mirkas secara terbuka meminta Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengambil langkah tegas dengan mencopot Muh Jayadi dari jabatannya.
“Kalau tidak mampu menyelesaikan masalah, jangan dipertahankan. Warga butuh solusi, bukan alasan,” tegasnya.
Kasus banjir Jalan Tunggala kini bukan sekadar soal genangan air, melainkan ujian serius bagi integritas, keberanian, dan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan publik.
Sampai berita ini ditayangkan Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
