
Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada Ahad (8/3/2026) di Kantor DPTP PKS, Jakarta, dengan menghadirkan para hafiz terbaik hasil seleksi ketat dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Buah Konsistensi Pembinaan Kader
Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Sulawesi Selatan, Kastari, Amd.Kom, menyatakan bahwa kemenangan ini merupakan bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan internal partai.
"Alhamdulillah, ini kabar yang sangat membahagiakan. Prestasi ini menunjukkan bahwa Manhaj Tarbiyah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pembentukan karakter mampu melahirkan kader Rabbani. Dalam visi dakwah kita, Al-Qur’an adalah murabbi terbaik," ujar Kastari.
Ia juga menekankan bahwa capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh kader di Sulawesi Selatan untuk memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, mulai dari tilawah hingga pengamalan nyata di masyarakat.
Apresiasi dari Pimpinan Wilayah
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, S.Kom., MM, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi delegasi Sulsel di kancah nasional. Menurutnya, kemenangan ini memiliki makna mendalam bagi soliditas barisan dakwah.
"Ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan kemenangan bagi semangat pembinaan Al-Qur’an di lingkungan PKS. MHQ adalah instrumen kita untuk menjaga ruh perjuangan agar tetap berlandaskan nilai-nilai samawi," ungkap Anwar.
Lebih lanjut, Anwar berharap lahirnya kader-kader Qurani akan memperkokoh pondasi partai dalam menghadirkan keberkahan bagi umat.
Tentang MHQ Nasional PKS
Ajang MHQ Nasional merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi barometer kualitas hafalan Al-Qur’an para kader PKS se-Indonesia. Peserta yang tampil di tingkat pusat adalah mereka yang telah lolos kualifikasi berjenjang dari tingkat daerah (kabupaten/kota) hingga tingkat wilayah (provinsi).
Dengan prestasi ini, PKS Sulawesi Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai wilayah yang konsisten dalam mencetak kader berprestasi, sekaligus mempertegas komitmen partai dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi pembangunan peradaban.



