![]() |
| Ketua Pemuda Muhammadiyah Bontobahari, Zaenal Hasmar |
Kegiatan lomba yang dilaksanakan oleh Panitia Hari
Besar Islam (PHBI) tersebut berlangsung sejak 26 - 30 Januari 2026 dan
dipusatkan di Masjid Besar Fathul Yakin, Kecamatan Bontobahari. Namun demikian,
dalam perjalanannya kegiatan tersebut dianulir oleh KUA Bontobahari.
Menanggapi hal itu, Zaenal Hasmar menegaskan bahwa
sorotan yang disampaikan bukan dalam bentuk kritik negatif, melainkan sebagai
ucapan selamat dan apresiasi kepada KUA Bontobahari yang dinilai cukup peka
membaca kebutuhan peserta didik, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan
potensi, bakat, dan keberanian tampil di ruang publik.
“Lomba ceramah seperti ini sejatinya menjadi wadah
strategis bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah kemampuan berbicara,
pemahaman keagamaan, serta mental tampil di depan umum. Kami melihat KUA Bontobahari
memiliki kepekaan terhadap hal tersebut,” ungkap Zaenal pada Selasa, 27 Januari 2026 kemarin.
Menurutnya, perhatian terhadap kegiatan pengembangan
potensi pelajar sangat penting, terlebih dalam momentum keagamaan seperti Isra
Mi’raj, yang tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga edukatif dan pembinaan
karakter.
Pemuda Muhammadiyah Bontobahari berharap ke depan akan
terbangun sinergi yang lebih kuat antara PHBI, KUA, lembaga pendidikan, dan
organisasi kepemudaan agar kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan dapat
berjalan lebih maksimal, terarah, serta memberi dampak positif yang luas bagi
generasi muda.
“Kami optimistis, dengan komunikasi dan kolaborasi
yang baik, kegiatan keagamaan di Bontobahari akan semakin berkualitas dan
benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik,” tutup Zaenal.


