Ketua Umum DPP GPMK, Ikram, menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar masalah administratif, melainkan ancaman nyata terhadap tatanan moral dan kearifan lokal masyarakat Bulukumba yang religius.
Ancaman Degradasi Moral dan Kriminalitas
Menurut Ikram, laporan yang diterima dari masyarakat menunjukkan adanya keresahan terhadap praktik hiburan malam yang diduga menyimpang dari izin operasional. Ia menilai pembiaran terhadap aktivitas tersebut berpotensi memicu degradasi moral di ruang publik.
"Kami menerima banyak laporan masyarakat. Jika ini dibiarkan, negara dan aparat seolah hadir hanya sebagai penonton atas degradasi moral yang terjadi. Keberadaan THM (Tempat Hiburan Malam) yang menyimpang dan potensi eksploitasi perempuan adalah bentuk pembiaran sistemik," ujar Ikram dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, ia menekankan korelasi antara konsumsi miras dengan meningkatnya angka kriminalitas.
"Peredaran miras sering kali menjadi pemicu utama tindak kekerasan dan gangguan Kamtibmas. Oleh karena itu, ketegasan aparat adalah keharusan, bukan pilihan," tambahnya.
Tiga Tuntutan Utama DPP GPMK
Guna menjaga kondusivitas wilayah, DPP GPMK secara tegas menyampaikan tiga tuntutan mendesak kepada otoritas terkait:
- Kepada Polres Bulukumba: Segera melakukan penyelidikan mendalam dan penindakan hukum terhadap jaringan peredaran miras ilegal serta aktivitas karaoke yang melanggar ketentuan.
- Kepada Pemerintah Daerah: Mendesak Satpol PP dan instansi terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha tempat hiburan malam.
- Sanksi Tegas: Menuntut penutupan permanen bagi tempat usaha yang terbukti melanggar aturan dan meresahkan warga sekitar.
Komitmen Pengawalan Kasus
DPP GPMK menyatakan akan mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pemangku kebijakan. Pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membuka posko pengaduan masyarakat maupun melakukan aksi lanjutan jika tuntutan tersebut tidak segera direspons.
"Bulukumba bukan ruang bebas tanpa nilai. Negara wajib hadir untuk melindungi generasi muda dari praktik-praktik yang merusak masa depan mereka," pungkas Ikram.
Apakah Anda ingin saya membuatkan caption media sosial (Instagram/Facebook) yang ringkas berdasarkan berita ini untuk meningkatkan engagement?


