
Antusiasme masyarakat, terutama ibu rumah tangga, terlihat sejak pukul 07.00 WITA. Tak butuh waktu lama bagi warga untuk memborong berbagai komoditas pokok yang dibanderol dengan harga di bawah pasar.
Stok Bahan Pokok Ludes Terjual
Hanya dalam rentang waktu empat jam, stok pangan yang disediakan ludes terjual. Berdasarkan data panitia, komoditas yang paling diburu adalah:
- Beras SPHP: Terjual 250 sak (total 1.250 kg).
- Minyak Goreng: Terjual 471 liter.
- Gula Pasir: Terjual 58 kg.
- Beras Premium (Mallopi): Terjual 20 sak (total 100 kg).
Selain kebutuhan di atas, komoditas lain seperti telur, bawang merah, dan bawang putih juga menjadi incaran warga karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar tradisional.
Program Serentak Nasional
GPM di Bulukumba ini merupakan bagian dari instruksi Kepolisian Republik Indonesia yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini dipantau langsung melalui zoom meeting oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., melalui Kasi Humas Kompol H. Marala, menjelaskan bahwa GPM bukan sekadar pasar murah, melainkan strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri dan stakeholder terkait untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Selain itu, ini merupakan upaya konkret dalam menekan laju inflasi di daerah," ujar Kompol H. Marala.
Menjaga Stabilitas Harga
Partisipasi aktif dari Kodim 1411/Bulukumba dalam menyediakan kebutuhan pokok di lokasi yang sama memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam membantu warga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga bahan pokok di pasaran tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan.



