SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba kian menghangat. Di tengah proses tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba menunjukkan langkah progresif dengan menyatakan sikap bersama untuk mengambil peran strategis dalam pesta demokrasi kepemudaan ini.
Langkah ini ditandai dengan kesepakatan politik yang mempertemukan dua pucuk pimpinan PMII Cabang Bulukumba, yakni Renaldi Amir dan Syaibatul Hamdi. Keduanya sebelumnya sempat berada dalam dinamika dualisme kepemimpinan internal. Melalui kesepakatan terbaru, kedua figur tersebut sepakat untuk meleburkan perbedaan dan bersama-sama mendorong mantan Ketua PMII Bulukumba, A. Chaidir Alif, sebagai bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Bulukumba.
Dalam pernyataan bersama, Renaldi dan Syaibatul menegaskan bahwa perbedaan dinamika internal organisasi tidak boleh menjadi penghalang bagi kader PMII untuk berkontribusi dan mengambil peran strategis di ruang publik, khususnya kepemudaan.
"Perbedaan dinamika internal tidak boleh mereduksi peran strategis PMII dalam mengawal kepemudaan di Bulukumba. Momentum Musda KNPI ini menuntut soliditas dan persatuan bersama," ujar keduanya dalam keterangan tertulis.
Terkait dualisme yang sempat terjadi di tubuh PMII Cabang Bulukumba, kedua pemimpin muda ini menilai bahwa rekonsiliasi antarkelompok merupakan langkah krusial. Proses ini tidak hanya bertujuan menyatukan kembali kekuatan organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam berdemokrasi yang sehat.
Melalui ruang komunikasi yang intensif serta kesepahaman bersama, PMII Bulukumba kini fokus membangun konsolidasi total guna memberikan dukungan penuh terhadap satu figur representatif, yakni A. Chaidir Alif.
Bagi keduanya, Musda KNPI harus dimaknai sebagai ruang aktualisasi untuk menunjukkan kedewasaan berorganisasi, mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok, serta memperjuangkan arah baru pembangunan kepemudaan di Kabupaten Bulukumba.
Kesepakatan damai dan koalisi dukungan ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa perbedaan orientasi di masa lalu bukan alasan untuk terus terpecah. Sebaliknya, momentum Musda KNPI dijadikan titik balik bagi kader hijau-hitam untuk kembali bersatu padu dan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan pemuda Bulukumba ke depan.
Dengan bersatunya dua gerbong kepemimpinan ini, langkah A. Chaidir Alif diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan signifikan dalam bursa pencalonan Ketua DPD KNPI Bulukumba mendatang.(Red-Wahyu)

