Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Sumpah Pemuda 2026: Syngenta Rangkul 10 Ribu Petani Sulawesi, 400 Petani Berkumpul di Bulukumba

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17.29 WIB Last Updated 2026-10-28T10:29:01Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,— Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Syngenta mengobarkan semangat "Petani Muda untuk Negeri" melalui gerakan Ngopi (Ngobrol Pertanian) secara serentak yang melibatkan sekitar 10.000 petani di seluruh penjuru Pulau Sulawesi, Rabu (28/10/2026).

​Di Kabupaten Bulukumba, atmosfer kolaborasi tersebut terpancar kuat. Sebanyak 400 petani berkumpul langsung di tengah kebun cabai Lingkungan Kalimassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, untuk merumuskan langkah strategis transformasi pertanian modern dan penguatan ketahanan pangan nasional.

​Sinergi dari Tengah Kebun Cabai

​Pemilihan lokasi di areal perkebunan cabai memberi nuansa praktis dan kontekstual. Para peserta—yang terdiri dari petani milenial, kelompok tani, hingga penyuluh—terlibat dialog interaktif mengenai tantangan nyata komoditas hortikultura, mulai dari manajemen budidaya, efisiensi rantai pasok, hingga teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

​Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bulukumba, Andi Irwan Fauzi Patunru, S.P., M.Si., mengapresiasi terobosan edukatif berbasis lapangan ini. Menurutnya, pemikiran inovatif generasi muda sangat dibutuhkan untuk mendongkrak daya saing sektor pertanian daerah.

​"Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum tepat untuk menegaskan kembali bahwa masa depan ketahanan pangan berada di tangan generasi muda. Sinergi antara pemerintah, swasta seperti Syngenta, dan para petani adalah kunci keberlanjutan sektor ini," ujar Andi Irwan.

​Mendorong Petani Muda Jadi Pelaku Inovasi

​Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gantarang, Husnul Khatimah, S.TP., M.P., bersama penyuluh Irwan Amin, menegaskan pentingnya alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM tani.

​Ia memaparkan bahwa petani muda modern tidak sekadar bertindak sebagai penerus tradisi keluarga, melainkan harus tampil sebagai agripreneur yang adaptif terhadap digitalisasi, pengolahan lahan presisi, dan analisis pasar.

​Dukungan senada disampaikan Pemerintah Kelurahan Mariorennu. Mewakili Lurah Mariorennu, Kasi Ekonomi Pembangunan dan Pemberdayaan Perempuan, Saiful, S.E., menilai forum Ngopi ini efektif memangkas sekat antara pengambil kebijakan dan para pelaku usaha tani di tingkat tapak.

​"Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa petani tidak berjalan sendirian. Edukasi langsung di lapangan seperti ini sangat dibutuhkan agar pengetahuan bertani terus diperbarui sesuai perkembangan zaman," jelas Saiful.

​Menatap Masa Depan Pertanian Nasional

​Gerakan Ngopi Syngenta yang menjangkau 10.000 petani di Sulawesi ini menekankan pesan penting: transformasi pertanian tangguh membutuhkan perpaduan antara kearifan lokal, teknologi modern, dan jiwa kepemudaan yang pantang menyerah.

​Melalui momentum Sumpah Pemuda 2026, dari hamparan kebun di Bulukumba hingga berbagai pelosok Sulawesi, benih inovasi dan semangat swasembada pangan kembali disemai untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang produktif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mariorennu, para penyuluh pertanian wilayah Kecamatan Gantarang, serta perwakilan manajemen Syngenta Sulawesi.


×
Berita Terbaru Update