Penanganan intensif tersebut tersebar di empat kecamatan dengan karakteristik medan dan tingkat risiko yang beragam. Seluruh insiden yang terjadi pada hari tersebut murni merupakan kebakaran hutan dan lahan.
Sebaran Titik Kebakaran dan Respons Lapangan
Lokasi kejadian meliputi lahan nonproduktif di Jalan Kartini, Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali; lahan kering di Desa Dakka serta kawasan perbukitan Buttu Dakka, Kecamatan Tapango; kebun sagu produktif di Dusun Lembang, Desa Tandassura, Kecamatan Limboro; dan kawasan hutan bambu di Dusun Panggalo, Desa Padang Timur, Kecamatan Campalagian.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengungkapkan bahwa penanganan lima insiden dalam satu hari menuntut pembagian personel, pengerahan armada, serta koordinasi lapangan yang cepat dan taktis.
"Lima kejadian kebakaran yang ditangani dalam sehari semalam menunjukkan tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada kondisi saat ini. Personel tetap bergerak maksimal meskipun beberapa lokasi berada jauh dari jalan utama, berada di perbukitan, dan tidak dapat dijangkau langsung oleh kendaraan pemadam," ujar Imran.
- Kecamatan Limboro (Pukul 12.26 WITA): Kebakaran melanda kebun sagu produktif seluas kurang lebih 200 meter persegi di Dusun Lembang, Desa Tandassura. Tim Damkar Tinambung bersama Damkar Majene, Babinsa, dan kepolisian berjibaku memadamkan api selama tiga jam sepuluh menit.
- Kecamatan Polewali (Pukul 13.19 WITA): Lahan nonproduktif seluas sekitar 625 meter persegi di Jalan Kartini, Kelurahan Wattang, terbakar akibat dugaan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Regu A Pos Induk Polewali tiba dalam waktu sepuluh menit dan menuntaskan pemadaman serta pendinginan dalam 20 menit.
- Kecamatan Tapango - Desa Dakka (Pukul 13.20 WITA): Kebakaran lahan kering yang tidak dapat dijangkau armada darat diatasi secara manual oleh personel dan warga menggunakan ranting berdaun lebat untuk memutus pasokan oksigen, berhasil padam dalam 25 menit.
- Kecamatan Tapango - Bukit Buttu Dakka (Pukul 16.26 WITA): Puncak bukit mengalami kebakaran dengan risiko tinggi karena berdekatan langsung dengan permukiman warga dan rumah ibadah. Medan curam diatasi melalui penyambungan selang maksimal dan pemadaman manual bersama warga selama 50 menit hingga padam pada pukul 17.46 WITA.
- Kecamatan Campalagian (Pukul 20.20 WITA): Menutup rangkaian hari itu, kebakaran hutan bambu seluas sekitar satu hektare melanda Dusun Panggalo, Desa Padang Timur, yang berdekatan dengan fasilitas umum dan rencana kawasan wisata hutan bambu. Tiga armada dari Damkar Campalagian dan Polewali berhasil menjinakkan api dalam 25 menit.
Seluruh rangkaian insiden ini berhasil ditangani dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Investigasi dan Validasi Data Pascakebakaran
Memasuki Rabu, 9 September 2026, UPTD Damkar Polewali Mandar langsung menurunkan tim untuk melaksanakan investigasi dan pendataan pascakebakaran guna memetakan dampak riil di lapangan.
Staf UPTD Damkar Polewali Mandar sekaligus Person in Charge (PIC) Satgas Karhutla Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad Robbani, memimpin peninjauan langsung ke sejumlah desa:
- Desa Kenje (Kecamatan Campalagian): Melakukan validasi bersama Kepala Desa Alimuddin, S.IP., terhadap tiga insiden sebelumnya (kebakaran dua rumah pada 17 Agustus serta dua kejadian lahan pada 28 Agustus dan 5 September 2026). Pihak desa menyampaikan apresiasi atas respons cepat Damkar dalam mengamankan wilayah mereka.
- Desa Padang Timur (Kecamatan Campalagian): Bersama Sekdes Nurbiah Amir, dikonfirmasi bahwa area hutan bambu yang terdampak mencapai satu hektare dengan taksiran kerugian material mencapai sekitar Rp400 juta, yang dihitung berdasarkan estimasi nilai batang dan rumpun bambu.
- Dusun Buttu Dakka (Desa Dakka): Pemetaan ulang mengoreksi estimasi awal seluas 100 meter persegi menjadi sekitar satu hektare akibat sebaran di puncak bukit. Dugaan sementara, api tersulut kembali oleh sisa bara yang jatuh ke vegetasi kering.
"Validasi pascakebakaran merupakan bagian penting dari penanganan. Data awal disusun saat operasi berlangsung, sedangkan data akhir harus diperkuat melalui pemetaan, dokumentasi, dan konfirmasi bersama pemerintah desa," jelas Imran.
Status Karhutla dan Imbauan Kewaspadaan
Berdasarkan Dashboard Penanganan Karhutla dan Kekeringan Provinsi Sulawesi Barat per 8 September 2026 pukul 23.56 WITA, tercatat sebanyak 86 kejadian sejak awal tahun, yang terdiri atas 61 kejadian karhutla dan 25 kejadian kebakaran bangunan atau permukiman. Dampak kumulatif mencatat 83 jiwa terdampak, 81 rumah terdampak, sekitar 119,88 hektare lahan/kebun terdampak, serta satu hektare kawasan hutan terdampak.
Menyikapi tren ini, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan tanpa pengawasan, serta menghindari tindakan membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat memperkuat pencegahan dari lingkungan masing-masing. Jangan meninggalkan api pembakaran tanpa pengawasan. Apabila menemukan titik api, segera hubungi petugas, pemerintah desa, atau unsur terkait," tutup Imran.
Masyarakat yang membutuhkan darurat pertolongan pemadam kebakaran dapat segera menghubungi layanan resmi UPTD Damkar dan Penyelamatan Polewali Mandar di nomor (0428) 22 113.

