Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Dua Titik Karhutla di Polman Tembus 20 Hektare, Satgas Tingkatkan Kesiapsiagaan

Jumat, 04 September 2026 | 12.20 WIB Last Updated 2026-09-04T05:20:00Z


SIMPULINDONESIA.com_ POLEWALI MANDAR,_ Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Polewali Mandar mencatat dua kejadian kebakaran lahan dengan luas terdampak lebih dari 20 hektare. Kedua kejadian tersebut berlangsung di kawasan Desa Pallis-Desa Tamanggalle, Kecamatan Balanipa, serta di Desa Baru, Kecamatan Luyo.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data kejadian Satgas Karhutla Sulbar, kebakaran yang bermula dari Dusun Tondo, Desa Pallis, menyeberang ke wilayah Dusun Panuttungan, Desa Tamanggalle, tercatat menghanguskan lahan sekitar 22 hektare pada 22 Agustus 2026.

Sementara itu, kebakaran di Bukit Bungin-Bungin, Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo, pada 2 September 2026 berdampak pada lahan seluas 20,88 hektare setelah dilakukan investigasi dan pendataan pasca-kebakaran pada hari Kamis, 03 September 2026.

Data itu sekaligus menempatkan kawasan Pallis+Tamanggalle dan Desa Baru sebagai lokasi dengan luasan terdampak terbesar untuk satu kejadian karhutla di Polewali Mandar dalam data yang tersedia 1 Januari hingga 3 September 2026.

Pada tingkat kabupaten, dashboard pemantauan mencatat 49 kejadian karhutla, 24 kejadian kebakaran permukiman atau gedung, serta total lahan atau kebun terdampak mencapai 92,91 hektare.

Kebakaran di kawasan Pallis-Tamanggalle dilaporkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 17.57 WITA. Titik awal kebakaran berada di sekitar Dusun Tondo, Desa Pallis, Kecamatan Balanipa. Dalam perkembangannya, api meluas dan menyeberang ke wilayah Dusun Panuttungan, Desa Tamanggalle.

Pada laporan awal operasi pemadaman, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare. Namun, setelah dilakukan pendataan, pembaruan pencatatan serta pemetaan geospasial Google Earth, rekap kejadian mencantumkan luas terdampak sebesar 22 hektare.

Dalam operasi tersebut, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar mengerahkan dua unit armada, masing-masing satu unit dari Pos Tinambung dan satu unit dari Pos Campalagian. Petugas tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima dan melakukan pemadaman serta pendinginan selama kurang lebih 40 menit.

Rekap kejadian memperlihatkan bahwa Desa Pallis telah mengalami sedikitnya tujuh kejadian karhutla selama periode data 5 Juli sampai 25 Agustus 2026. Kejadian tersebut tercatat pada :
1. 5 Juli,
2. 9 Agustus
3. 19 Agustus
4. 21 Agustus
5. 22 Agustus, serta
6. dua kejadian pada 25 Agustus 2026.

Enam kejadian yang memiliki data luasan menghasilkan akumulasi sekurang-kurangnya 36 hektare, sedangkan satu kejadian pada 9 Agustus belum mencantumkan luas terdampak. Karena itu, total aktual di Desa Pallis berpotensi lebih besar dari 36 hektare.

Kejadian besar berikutnya berlangsung di Bukit Bungin-Bungin, tepatnya di Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo, pada Rabu, 2 September 2026. Laporan diterima petugas pada pukul 19.15 WITA. Tim gabungan tiba sekitar pukul 19.30 WITA dan menyelesaikan penanganan pada pukul 20.20 WITA.

Sebanyak lima unit armada dikerahkan dalam penanganan, terdiri atas dua unit dari Pos Induk Polewali, satu unit Pos Campalagian, satu unit Pos Tinambung, serta satu unit tangki air bantuan TNI Yon TP Keris Muda Mandar. Pemadaman menghadapi kendala berupa banyaknya bahan bakar kering pada lahan akibat kondisi kemarau.

Hasil pemetaan pascakebakaran mencatat luas lahan terdampak sebesar 20,88 hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, tetapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena kebakaran mengenai lahan perkebunan produktif, termasuk tanaman sawit, pohon produktif, dan bibit tanaman milik masyarakat.

Berdasarkan rekap kejadian yang tersedia, Desa Baru tercatat sedikitnya dua kali mengalami karhutla, yakni pada 9 Agustus dan 2 September 2026. Kejadian 2 September dalam laporan awal diperkirakan lahan terdampak ± 5 hektare, telah diverifikasi pemetaan lapangan dan konfirmasi dsri aaprat desa seluas 20,88 hektare.

Untuk keseluruhan Kecamatan Luyo, terdapat sedikitnya lima kejadian karhutla, yaitu :
1. dua kejadian di Desa Landi pada 18 dan 19 Agustus,
2. satu kejadian di Desa Kanusuang pada 9 Agustus, serta
3. dua kejadian di Desa Baru pada 9 Agustus dan 2 September 2026.

Pada Kamis, 3 September 2026, Satgas Karhutla Polewali Mandar oleh Damkar Polman dan Bhabinkamtibmas Desa Luyo melakukan pendataan di lapangan, sebelum akhirnya bertolak ke Kantor Desa Luyo untuk verifikasi data bersama Pemerintah Desa Luyo.

Kegiatan meliputi pemetaan luas lahan, dokumentasi kondisi lapangan, verifikasi informasi, dan pendalaman estimasi kerugian.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., menegaskan bahwa luas kebakaran di dua lokasi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama pada masa kemarau ketika vegetasi dan bahan organik mudah terbakar.

> “Dua kejadian dengan luasan masing-masing lebih dari 20 hektare menunjukkan bahwa api di lahan kering dapat berkembang dengan sangat cepat dan melintasi batas wilayah desa. Kami mengimbau masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini,” ujar Imran.

Sementara itu, Sekretaris Desa Luyo, Sulaeman, menyampaikan bahwa kebakaran di Bukit Bungin-Bungin berdampak pada lahan produktif yang selama ini dikelola masyarakat.

> “Lahan yang terbakar merupakan kawasan perkebunan produktif yang dikelola masyarakat. Di dalamnya terdapat tanaman sawit, pohon produktif, dan bibit tanaman. Pemerintah desa bersama Satgas Karhutla melakukan verifikasi agar luas terdampak dan nilai kerugian dapat dicatat secara tepat,” kata Sulaeman.

Satgas Karhutla Polewali Mandar mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak meninggalkan api di kawasan kebun dan lahan kering.

Masyarakat juga diminta segera menghubungi aparat desa atau layanan Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar apabila melihat asap maupun titik api.
×
Berita Terbaru Update