SIMPULINDONESIA.com_Ujung Loe — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Nurul Ar-Rahman, Dusun Mattirowalie, Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe, berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah, Jumat (18/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan shalawat oleh para santri TKA/TPA Nurul Ar-Rahman. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama, Abd. Halim Amsur, yang hadir memberikan tausiyah dalam kegiatan tersebut.
Mengawali ceramahnya, Halim memberikan apresiasi kepada para santri yang telah tampil membawakan shalawat.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan keagamaan merupakan hal yang patut disyukuri sekaligus mendapat dukungan dari orang tua dan masyarakat.
“Tidak banyak anak-anak yang bisa diarahkan seperti ini belakangan ini, Bapak dan Ibu,” ungkap Halim.
Dengan suara yang bergetar dan mata berkaca-kaca, Halim menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak dalam kegiatan keagamaan bukan sekadar menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga menjadi gambaran tentang bagaimana pembinaan keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Ia mengajak para orang tua dan jamaah untuk terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar, tampil, dan terlibat dalam kegiatan keagamaan.
“Anak-anak seperti inilah yang perlu kita dukung. Jangan hanya melihat mereka dari penampilannya hari ini, tetapi mari kita lihat apa yang sedang kita tanam untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Selain mengapresiasi para santri, Halim juga memberikan perhatian terhadap tingginya antusiasme jamaah yang hadir dalam peringatan Maulid tersebut.
Usai kegiatan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, panitia, dan jamaah yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Luar biasa antusias jamaah. Kehadirannya begitu banyak dan ramai. Terima kasih kepada seluruh pengurus dan jamaah yang telah memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” ujar Halim.
Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada Kepala Dusun Mattirowalie dan Kahar selaku panitia. Halim menilai, ramainya jamaah yang hadir menjadi pemandangan yang menggembirakan.
Menurutnya, dalam berbagai pelaksanaan Maulid di sejumlah tempat, tingginya jumlah jamaah dapat terbentuk dengan berbagai cara. Ada kegiatan yang menghadirkan jamaah dari lintas masjid maupun majelis taklim.
Namun, menurut Halim, terdapat hal yang menarik dari pelaksanaan Maulid di Masjid Nurul Ar-Rahman.
“Kalau di tempat lain kita juga sering melihat Maulid yang ramai. Ada yang ramai karena mengundang jamaah dari lintas masjid, ada pula karena menghadirkan sejumlah majelis taklim. Indah ketika mereka datang dengan seragam masing-masing,” katanya.
“Namun, yang menjadi nilai plus di masjid ini, jamaah yang hadir begitu banyak dan itu murni karena jamaahnya sendiri. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri,” lanjutnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipelihara, tidak hanya pada momentum peringatan Maulid, tetapi juga dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di lingkungan masjid.
Sementara itu, Kahar selaku panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jamaah atas dukungan, perhatian, partisipasi, serta kehadiran dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Nurul Ar-Rahman.
Ia berharap dukungan dan kebersamaan jamaah dapat terus terjaga sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keagamaan dan kebersamaan masyarakat.


