Turnamen yang diinisiasi oleh Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Asahan bekerja sama dengan jajaran Polres Asahan ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 12–16 Agustus 2026. Ajang bergengsi ini sukses menyedot antusiasme tinggi dengan melibatkan total 121 tim dari berbagai sekolah di Kabupaten Asahan.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan Dandim 0208/Asahan, perwakilan Kapolres Asahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Ketua KSMI Kabupaten Asahan, serta jajaran panitia pelaksana.
Strategi Pembinaan dan Pencegahan Kriminalitas Remaja
Ketua Panitia, Muhammad Siddik, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara. Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen strategis pembinaan karakter generasi muda.
"Kolaborasi KSMI dengan Polres Asahan juga menjadi langkah bersama dalam memutus mata rantai kriminalitas serta menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif, termasuk geng motor," ujar Siddik.
Senada dengan hal tersebut, sambutan Kapolres Asahan yang dibacakan oleh Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Riki Hamdany, menekankan pentingnya nilai-nilai sportivitas yang ditanamkan sejak dini melalui olahraga.
"Kejuaraan ini bukan hanya ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama, serta membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi," ungkap Iptu Riki. Ia juga memberikan motivasi kepada para pemenang untuk terus meningkatkan kemampuan, serta berpesan kepada tim yang belum beruntung agar tidak patah semangat.
Proyeksi Jangka Panjang: Dari Asahan untuk Timnas Indonesia
Dalam arahannya, Wakil Bupati Asahan, Rianto, memberikan apresiasi tinggi atas tingginya semangat dan sportivitas yang ditunjukkan oleh seluruh peserta. Ia mengusulkan agar pembinaan ke depan dapat diperluas jangkauannya melalui sistem zonasi.
"Ke depan, pelaksanaan kompetisi dapat dikembangkan dengan sistem pembagian zona atau dilaksanakan di wilayah masing-masing sehingga proses penjaringan talenta muda dapat dilakukan secara lebih efektif," tutur Rianto.
Lebih lanjut, Rianto optimistis bahwa dari rahim kompetisi lokal seperti ini akan lahir bibit-bibit unggul pesepakbola nasional yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
- "Berprestasilah di bidang apa saja yang kalian sukai. Semoga kegiatan positif seperti ini membuat anak-anak kita tidak terpengaruh terhadap peredaran gelap narkoba maupun kenakalan geng motor," tegasnya.
- "Pembinaan generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan agar Kabupaten Asahan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik yang memiliki prestasi, disiplin, dan karakter."
Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Provinsi
Sementara itu, Ketua KSMI Kabupaten Asahan, Iwa Risfa Lubis, mengungkapkan bahwa turnamen ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi dan pemanasan.
Agenda terdekat, para talenta muda terpilih dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dijadwalkan bergulir pada September 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda Asahan tetap berada dalam jalur yang produktif, berprestasi, dan steril dari ancaman narkoba.
Sebagai bentuk motivasi tambahan, dalam kesempatan yang sama turut diserahkan bantuan uang pembinaan dari Anggota DPR RI, H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, kepada para pemain terbaik dari masing-masing kategori tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. (HG)

