Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Kapolres Bulukumba Dorong Sportivitas di LPI 2026, Ajak Pelajar Junjung Tinggi Fair Play

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02.52 WIB Last Updated 2026-08-29T19:56:04Z




SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Kompetisi sepak bola pelajar paling bergengsi, Liga Pelajar Indonesia (LPI) 2026 Zona Wilayah V yang meliputi Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai, Sulawesi Selatan, siap bergulir mulai 1 September 2026. Ajang pembinaan usia dini ini dipastikan akan diikuti oleh sebanyak 36 sekolah dari tiga wilayah tersebut.

​Penyelenggaraan LPI tahun ini dirancang sebagai wadah strategis bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan teknis, memperkuat mental bertanding, sekaligus membangun pengalaman kompetitif sejak usia dini.

​Selain menjadi ajang pembuktian prestasi dan gengsi antarsekolah, kompetisi ini juga ditekankan untuk terus mengedepankan nilai-nilai sportivitas serta menjunjung tinggi semangat fair play di setiap laga.

​Dukungan Penuh Kepolisian untuk Generasi Muda

​Langkah pembinaan sepak bola pelajar ini turut mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengamanan komprehensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan olahraga berjalan aman, tertib, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

​Kapolres Bulukumba, AKBP Stefhanus Luckyto, secara resmi menyampaikan dukungannya melalui siaran pers yang dirilis pada Sabtu (29/8/2026). Ia mengajak seluruh kontingen peserta untuk menjadikan LPI 2026 tidak sekadar sebagai sarana mengejar kemenangan, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri.

"Selamat bertanding kepada seluruh peserta Liga Pelajar Indonesia 2026 Zona Bulukumba. Tunjukkan semangat juang, kemampuan terbaik, dan rasa persaudaraan dalam setiap pertandingan," ujar AKBP Stefhanus dalam keterangannya.

​Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dan persatuan di tengah persaingan ketat di atas lapangan hijau. Ia berpesan agar setiap tim mampu menjunjung tinggi kehormatan olahraga dengan menerima hasil pertandingan secara ksatria.

"Menang dengan terhormat, kalah dengan sportif, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk menjadi lebih baik," tegasnya.

​Menurutnya, kompetisi usia dini memiliki peran yang sangat krusial dalam rantai pembinaan atlet sepak bola nasional sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh. Dengan tersedianya ruang kompetisi yang aman dan tertib, para pelajar diharapkan mampu berkembang secara optimal dan siap menghadapi tantangan ke depan secara sehat.

“Salam olahraga!” pungkasnya


×
Berita Terbaru Update