Aksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian. Para relawan mengajak para pengunjung yang sedang berolahraga maupun menikmati suasana akhir pekan untuk menyisihkan sebagian rezekinya bagi masyarakat yang membutuhkan di NTT.
Penyuluh Agama, Abd. Halim Amsur, turut terpanggil untuk mendampingi aksi tersebut. Dengan menggunakan microphone, Halim menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar tidak hanya hadir untuk berolahraga, tetapi juga mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai keagamaan dan bentuk nyata dari rasa persaudaraan.
“Mari kita niatkan kepedulian ini sebagai bagian dari ikhtiar dan doa, semoga menjadi tolak bala, serta Allah SWT senantiasa memberikan keamanan dan perlindungan kepada Bulukumba dan seluruh masyarakatnya," peduli Halim.
Halim juga mengajak masyarakat untuk melihat musibah yang dialami saudara-saudara di NTT sebagai panggilan kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh jarak.
“Dari Bulukumba, bumi Panrita Lopi, kita kirimkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di NTT. Sedikit yang kita berikan mungkin besar artinya bagi mereka,” ajaknya.
Suasana penggalangan dana semakin semarak ketika salah seorang pengunjung, Maksum Tantu, turut mengambil mikrofon dan menyampaikan orasi ajakan berdonasi kepada masyarakat yang berada di kawasan car free day.
Tantu mengingatkan bahwa kesehatan tidak hanya dibangun melalui aktivitas fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial.
“Sumber kesehatan bukan hanya sekadar olahraga, namun kepedulian terhadap sesama, khususnya terhadap saudara kita di NTT,” ujar Tantu.
Dalam aksi tersebut, relawan Rumah Zakat yang terlibat di antaranya Muhammad Nasir selaku Koordinator Lapangan (Korlap), serta Arman Maulana dan Lukman sebagai relawan.
Kegiatan tersebut juga turut didampingi oleh relawan dari Salimah (Persaudaraan Muslimah) Bulukumba, yang bersama-sama mengambil bagian dalam mengajak masyarakat untuk berdonasi.
Aksi kemanusiaan di Pantai Merpati ini menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dapat tumbuh di mana saja. Dari ruang publik hingga komunitas masyarakat, kepedulian menjadi jembatan yang menghubungkan Bulukumba dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di NTT.

