JAKARTA__SIMPULINDONESIA.COM,— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang terus mengakselerasi perjuangan potensi ekonomi daerah di tingkat nasional. Senin (03/08/2026).
Agenda tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran pengurus Kadin se-Indonesia bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam forum strategis tersebut, Kadin Sultra secara khusus mengajukan percepatan hilirisasi Aspal Buton sebagai prioritas nasional.
Setiap provinsi dalam pertemuan itu diwakili oleh tiga pengurus. Kadin Sultra hadir melalui tiga pimpinan utamanya, yakni Anton Timbang (Ketua Kadin Sultra), Fatmayani Harli Tombili, dan Vebrianti Safruddin.
Ketiganya bergabung bersama sekitar 150 pengusaha Kadin pusat dan daerah dari 38 provinsi, serta perwakilan asosiasi bisnis nasional.
Rapat tersebut juga dihadiri sejumlah menteri dan pejabat kunci Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo Subianto, antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, serta COO Danantara Doni Oskaria.
Dorong Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
Sebagai poin utama, Kadin Sultra memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mempercepat realisasi hilirisasi industri Aspal Buton dengan memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Buton.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan deposit aspal alami terbesar di dunia yang berada di Sulawesi Tenggara sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, baik bagi daerah maupun nasional.
Upaya hilirisasi tersebut turut diperkuat dengan alokasi investasi sebesar Rp1,4 triliun dari Danantara untuk pengembangan industri Aspal Buton.
Dukungan Perpres dan Peran Pengawasan Kadin
Kadin juga menyambut rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Investasi dan Pengembangan Industri Pengolahan Aspal Buton.
Perpres tersebut akan mengamanatkan pembentukan Badan Usaha Pengembang Aspal Buton Olahan (BUPABO) yang bertugas merencanakan, membangun, hingga mengoperasikan industri pengolahan aspal di daerah.
Kadin berharap Presiden berkenan menunjuk Kadin Indonesia beserta jajarannya di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk terlibat dalam BUPABO.
Keterlibatan tersebut dinilai penting agar Kadin dapat melakukan monitoring langsung terhadap penyerapan, penerapan spesifikasi Asbuton olahan, serta memastikan pengembangan industri berjalan optimal di lapangan.
Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah
Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah melalui empat program quick win, yakni Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pelatihan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan renovasi rumah tidak layak huni.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kolaborasi Kadin dan menekankan pentingnya sinergi antara elit politik dan ekonomi dalam menjaga ketahanan pangan, energi, serta ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Melalui kehadiran langsung Anton Timbang bersama delegasi Sultra di Istana Negara, Kadin Sultra optimistis potensi Aspal Buton dapat segera diwujudkan sebagai pilar kemandirian industri aspal nasional menuju Indonesia Emas 2045.

